Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PROYEK infrastruktur menjadi salah satu program andalan pemerintah pada 2021. Hal ini tercermin dari meningkatnya anggaran untuk Kementerian PUPR pada 2021 menjadi Rp417.8 triliun.
Namun, suku bunga bagi sektor infrastruktur masih berkisar 9%-10%. Menurut peneliti di Center of Reform on Economics (CORE), Fathya Nirmala Hanoum, tingkat suku bunga ini jika dibandingkan dengan suku bunga yang diterapkan di sektor lain masih dalam level rata-rata.
"Suku bunga kredit yang diberikan oleh perbankan masih cukup tinggi mengingat Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuannya hingga level 3,5% di Februari 2021," ungkap Fathya dalam keterangannya, Rabu (17/3).
Menurut Fathya proyek infrastruktur seharusnya diberikan bunga spesial. Dikatakan, pemberian bunga spesial untuk proyek infrastruktur dapat membawa angin segar dan dan berperan penting dalam mendorong jalannya pembangunan infrastruktur. "Ini juga akan membuat sektor riil berjalan mendorong laju ekonomi di tahun 2021," katanya.
Pemberian bunga spesial berada di tangan perbankan yang memberikan dana secara langsung pada perusahaan-perusahaan konstruksi dengan arahan dari OJK. Penentuan tingkat suku bunga pasti memperhatikan kondisi ekonomi ke depan dan kondisi lapangan, sejauh mana satu proyek infrastruktur dapat berjalan baik.
"Perbankan semestinya optimistis bahwa permintaan kredit konstruksi tahun ini akan lebih tinggi dari tahun lalu karena pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus pemerintah pada 2021," tutur Fathya.
Lebih jauh Fathya mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan proyek jangka panjang. Hal ini membuat perusahaan yang bergerak di bisnis ini harus bekerja keras mencari pembiayaan.
"Jika perbankan memberi pinjaman dengan bunga sampai 10%, itu pasti sangat memberatkan kontraktor. Di beberapa negara, seperti Tiongkok, infrastrukturnya maju dan kontraktornya sehat karena didukung bank khusus infrastruktur dengan bunga terjangkau," jelasnya.
Fathya berharap perbankan menurunkan suku bunga proyek infrastruktur. "Diharapkan tingkat suku bunga yang dipatok dalam proyek-proyek infrastruktur tidak terlalu tinggi karena berdampak pada high cost economy akibat tingginya ongkos pembiayaan proyek tersebut," pungkas Fathya. (RO/OL-15)
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Inovasi teknologi migas kembali diadaptasi PT Pertamina Gas (Pertagas) untuk menjawab persoalan dasar masyarakat desa, khususnya dalam menjaga infrastruktur pipa air.
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Pemkab Bekasi menetapkan pelebaran Jalan Raya Pilar-Sukatani sebagai prioritas 2026. Anggaran ratusan miliar disiapkan untuk pembebasan lahan demi mengurai kemacetan kronis.
Menutup tahun 2025, Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) melihat perjalanan kawasan industri sebagai cermin dinamika ekonomi Indonesia yang terus bergerak.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved