Sabtu 06 Maret 2021, 14:40 WIB

Panen Tiba, Kementan Berharap Pendapatan Petani Terangkat

mediaindonesia.com | Ekonomi
 

SEJUMLAH daerah di Tanah Air saat ini sedang memasuki musim panen, termasuk juga di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pandeglang melakukan panen di tiga Kecamatan yakni Sobang, Panimbang dan Cikeusik. Kementerian Pertanian (Kementan) berharap sukses ini bisa turut membantu meningkatkan pendapatan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan apresiasi atas keberhasilan pertanian di Pandeglang. "Kita berharap petani bisa terus meningkatkan produktivitas. Karena dengan cara itu ketahanan pangan bisa sama-sama kita jaga," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, petani abad 21 di era digital 4.0, hendaknya tidak lagi berfikir "tanam, petik lalu jual".

Ia mendorong petani mengubah semangat dan etos kerja. Dari sekadar bertani menjadi pengusaha dengan membentuk korporasi.

"Didukung dengan inovasi dan mekanisasi, maka petani akan menguasai pertanian dari hulu ke hilir sebagai bisnis bukan sekadar bertani," katanya.

Untuk menghindari harga turun, petani di Pandeglang diminta tidak langsung menjual gabah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang, Budi S Januardi mengungkapkan, sebetulnya pemerintah telah mengatur harga jual gabah petani. Namun karena kultur petani Kabupaten Pandeglang panen langsung menjual membuat harga gabah mengikuti kehendak pengepul.

“Setiap tahun selalu terjadi harga turun. Tapi sebetulnya kan sudah ada Permendag 2020. Tapi dengan standar kualitas tertentu, terutama kadar air. Sementara petani di Pandeglang begitu panen langsung jual, ingin buru-buru jadi duit,” tutur Budi.

Menurutnya, ada pula petani yang dari awal sudah dibiayai pengepul, sehingga posisi tawarnya lemah dan tak bisa menjual kemana-mana. “Jika sudah seperti ini, maka harga ditentukan pengepul,” ujar Budi.

Selain alasan tersebut, Budi menyebut bahwa petani  banyak yang tidak punya dryer dan lantai jemur. Dengan demikian, jika dibiarkan terlalu lama, maka gabah akan turun kualitasnya bahkan bisa rusak.

Budi mengungkapkan, luas panen musim tanam I (MT I) 2021 di Kecamatan Sobang 1.113 hektare (ha) dengan produksi gabah kering panen (GKP) 6.030 ton dan Kecamatan Panimbang luas panen 2.866 ha produksi GKP 15.528 ton. Sementara di Cikeusik luas panen sudah mencapai 3,849 ha dengan perkiraan produksi GKP 23.864 ton.

Secara keseluruhan luas panen pada Maret 2021 ini di Kabupaten Pandeglang diperkirakan mencapai 19.838 ha padi sawah dengan perkiraan produksi 117.990 ton dan padi gogo 1.499 ha perkiraan produksi 5.714 ton.

Panen masih akan berlangsung hingga bulan Mei mendatang. Total panen diperkirakan   menghasilkan produksi GKP 213.627 ton.

Sementara itu Kaisan, anggota Kelompok Tani Ranca Teras, Kecamatan Panimbang, ditemui di lahannya mengatakan, menyambut gembira panen setelah berhasil melewati banjir  dan terpaksa tandur tiga kali. “Panen hasil perjuangan menghadapi banjir. Rata-rata petani di sini ada yang sampai tiga kali tandur, karena banjir. Ini tandur keempat Alhamdulillah bisa panen," ungkapnya, Sabtu (6/3/2021).

Sempat terkena banjir, Ia mengaku tidak kapok bertanam, karena sudah pekerjaannya bertani. Tapi Ia berharap pemerintah sudah memiliki persiapan untuk menampung gabah hasil panen.

“Petani mah tidak kapok menanam, karena sudah pekerjaannya. Harapannya kalau musim panen persiapan untuk penampungan gabah hasil panen petani dengan harganya biar standar supaya petani ada lebih,” ujarnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok PBNU

Sawit Bantu Entaskan Papua dari Jurang Kemiskinan

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 23:45 WIB
Ia memastikan, pemerintah siap memberikan insentif bagi pelaku usaha dan petani guna mendukung berkembangnya industri sawit di Papua dan...
123RF

Bijak Kelola Keuangan Saat Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 22:05 WIB
Pandemi juga mengubah hampir seluruh lini kehidupan, termasuk perekonomian bahkan psikologis...
MI/Agus Mulyawan

Jokowi Tawari Merkel Kawasan Industri Khusus bagi Korporasi Jerman

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 13 April 2021, 22:01 WIB
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas secara terbuka beberapa isu bilateral, seperti kerja sama di bidang kesehatan,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya