Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING perbaikan optimisme pasar, beberapa sektor saham diyakini kembali pulih dan memiliki prospek investasi menjanjikan pada 2021. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi.
"Saya rasa sektor consumer goods tampaknya bagus dan beberapa lainnya, seperti teknologi," kata Inarno dalam seminar virtual, Selasa (2/3).
Menurut Inarno, perkembangan digitalisasi bisa menjadi booster bagi pasar, khususnya dalam hal distribusi. Seperti langkah perusahaan untuk IPO melalui e-IPO.
Kondisi itu membuka kesempatan yang sama bagi investor untuk melakukan penawaran umum perdana. Tidak hanya di kota besar, namun juga di kota kecil.
Baca juga: Hore, Beli Rumah Baru Bebas dari PPN
BEI dikatakannya juga sangat mendorong perusahaan startup teknologi, agar segera melantai di bursa atau melakukan IPO. Beberapa kali BEI telah melakukan pertemuan dengan startup level unicorn.
"Kami sudah beberapa kali bertemu unicorn dan membahas apa yang bisa kami lakukan untuk memudahkan mereka IPO di BEI," pungkasnya.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo melihat sektor apapun yang terkait dengan konsumsi publik akan membaik seiring pemulihan permintaan.
"Bisa dikatakan sektor consumer goods dan yang terkonsentrasi pada hal terkait kesehatan. Sehingga, seharusnya saham sektor industri kesehatan dan farmasi akan bagus," tutur Hary.(OL-11)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan mengalami tekanan pada perdagangan Kamis seiring meningkatnya volatilitas harga minyak mentah di pasar global.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, menunjukkan volatilitas tinggi di sesi pagi.
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved