Selasa 23 Februari 2021, 13:15 WIB

LPEM UI : Pertanian Punya Kekuatan terhadap Pertumbuhan Industri

mediaindonesia.com | Ekonomi
LPEM UI : Pertanian Punya Kekuatan terhadap Pertumbuhan Industri

Ist/Kementan
Talkshow berjudul "Menakar Kekuatan Sektor Pertanian Sebagai Penopang Ekonomi Nasional" yang digelar melalui video virtual, Selasa (23/2).

 

LEMBAGA Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menemukan adanya kekuatan besar sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui berbagai Industri manufaktur.

Temuan tersebut dikemukakan oleh peneliti senior LPEM FEB UI, Riyanto dalam diskusi Talkshow berjudul Menakar Kekuatan Sektor Pertanian Sebagai Penopang Ekonomi Nasional yang digelar melalui video virtual pada Selasa (23/2).

Menurut Riyanto, setiap 1% pertumbuhan sektor pertanian secara tidak langsung berdampak besar terhadap tumbuh kembangnya 1,36% pertumbuhan Industri.

"Ini hasil temuan penelitian kita, dimana setiap 1% pertumbuhan sektor pertanian, ada 1,36% industri yang tumbuh secara masif. Jadi saya kira hubungan antara pertanian dan perekonomian lebih kuat dibanding hubunganya dengan sektor industri," ujar Riyanto.

Riyanto mengatakan, pertanian dan agroindustri memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak dalam mendorong transformasi struktural yang selama ini belum tuntas. Keduanya diperkirakan akan menjadi motor penggerak dalam perbaikan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sektor pertanian itu selalu jadi bahan baku industri. Makanya hulu ke hilir memiliki danpak positif. Jadi menurut saya subsektor manufaktur yang musti didorong adalah sektor pertanian. Kenapa? karena bahan bakunya pasti menggunakan bahan pertanian, bahkan mencapai 24%," katanya.

Terkait hal ini, kata Riyanto, sektor pertanian sejak dulu selalu di puja baik ketika krisis maupun saat resesi. Namun kontribusi sektor pertanian seringkali dilupakan saat kondisi dan situasi nasional mulai kembali normal.

"Pertanian selalu menopang dan mampu menghela nafas ketika krisis ekonomi 98 dan resesi ekonomi 2020. namun ketika dalam kondisi normal, orang sering melupakan kontribusi sektor pertanian. Bahkan tahun 2020 saya gembira karena ekspor pertanian tumbuh 14%, walaupun kecendrungan ekspor dan menekan impor adalah kerja keras yang harus kita kerjakan bersama," tutupnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist/Kementan

Produksi Padi 2020 dan 2021 Naik Dibandingkan Tahun Lalu

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:56 WIB
Produksi padi pada 2020 sebesar 54,65 juta ton gabah kering giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 45,17 ribu ton atau 0,08% jika...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Jalan Tol Cengkareng - Batuceper - Kunciran Rampung Bulan Maret

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:27 WIB
PUPR menyebut, progres konstruksi Jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran saat ini telah mencapai...
Ist/PGN

PGN Tingkatkan Penyaluran Gas ke Pembangkit Muara Tawar PLN

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 09:26 WIB
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mendukung penyediaan infrastruktur dan gas bumi dalam operasional pembangkitan dan penyediaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya