Senin 22 Februari 2021, 16:17 WIB

Pelonggaran, Konsumsi Properti dan Otomotif Diprediksi Naik 0,5%

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Pelonggaran, Konsumsi Properti dan Otomotif Diprediksi Naik 0,5%

MI/Andri Widiyanto
Perumahan subsidi yang ada di kawasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (22/2).

 


Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesi (BI) Juda Agung mengatakan pihaknya telah melakukan kajian empris mengenai dampak penerapan kebijakan uang muka atau DP 0% untuk kredit kendaraan bermotor dan pelonggaran loan to value (LTV) kredit dan pembiayaan properti menjadi 100%.

Dia yakin kebijakan itu akan semakin mendorong kredit konsumsi khususnya di sektor yang bersangkutan. "Misal LTV di properti dan KKB di otomotif. Hitungan kami secara kasar kira-kira dengan adanya relaksasi di sektor properti dan di sektor kendaraan bermotor kemarin, akan mendorong kira-kira lebih dari 0,5% pertumbuhan di sektor konsumsi khususnya di dua sektor ini," ungkapnya dalam Taklimat Media bertajuk Kebijakan LTV dan Uang Muka KKB serta Transparansi Suku Bunga, Senin (22/2).

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengesahkan penerapan kebijakan uang muka atau DP 0% untuk kredit kendaraan bermotor. Insentif ini disebut sebagai bagian dari sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan pembiayaan dunia usaha.

Perry menjelaskan, keringanan uang muka kredit kendaraan bermotor ini akan dimulai pada awal Maret 2021 hingga akhir tahun ini. "Melonggarkan uang muka kredit kendaraan bermotor 0% untuk semua jenis kendaraan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian," ujar Perry pekan lalu.

Tak hanya itu, bank sentral juga melonggarkan loan to value kredit dan pembiayaan properti menjadi 100%. Relaksasi ini berlaku untuk semua jenis properti, mulai dari rumah tapak, rumah susun, ruko dan rukan bagi bank yang memenuhi kriteria NPL tertentu.

BI juga menghapus ketentuan pencarian bertahap properti indent untuk mendorong pertumbuhan kredit properti dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko. "Ini juga berlaku efektif dari 1 Maret 2021 sampai 31 Desember 2021," pungkasnya. (E-3)

Baca Juga

MI

Kepala BKPM Dorong Industri Aspal Buton untuk Tekan Impor

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 28 Februari 2021, 22:47 WIB
Jika produksi dalam negeri bisa menghasilkan mengurangi 50% aspal impor aspal, maka dapat menghemat devisa sekitar Rp20...
MI/Eva Pardiana

Kongres KNI-ID Rumuskan Strategi Pengembangan Food Estate

👤Eva Pardiana 🕔Minggu 28 Februari 2021, 20:52 WIB
KONGRES Komite Nasional Indonesia untuk Irigasi dan Drainase (KNI-ID) yang berlangsung di Bandar Lampung berupaya merumuskan strategi...
Antara/Harviyan Perdana

Kepala BKPM Pastikan Proyek di Daerah Terus Berjalan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 28 Februari 2021, 19:10 WIB
Hal itu disampaikan Bahlil saat melakukan kunjungan kerja ke Buton, Sulawesi Tenggara. Dia ingin memastikan proyek di daerah tetap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya