Minggu 21 Februari 2021, 19:38 WIB

Kunjungi Ponpes, Mentan SYL Serukan Kerja Kolaboratif Lawan Covid

mediaindonesia.com | Ekonomi
 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi green house yang dikelola Pondok Pesantren Al-Ghazali Bogor, Minggu, 21 Februari 2021.

Mentan SYL bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto; Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kota Bogor, Ecky Awal Mucharam; dan Pimpinan Ponpes Al Ghazaly, KH Mustofa Abdullah, melakukan panen bayam yang dikembangkan dengan sistem hidroponik.

Mentan SYL menyambut baik dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan Ponpes Al Ghazaly dalam memanfaatkan setiap jengkal lahan untuk dioptimalkan sebagai penghasil sumber pangan.

"Kerja-kerja pertanian itu adalah perintah Nabi dan Tuhan. Ia menembus langit, dan lintas transedenai. Menyediakan pangan sebagai sumber kehidupan adalah sesuatu yang mulia," kata pria yang akrab dipanggil Komandan itu.

Oleh karena itu, mengelola pertanian menurutnya tidak bisa dilakukan sendiri. Harus melibatkan tangan-tangan lain.

"Saya bahagaia sekali. Hari ini ditunjukkan bagaimana kerja-kerja kolaboratif itu mamang bisa dilakukan dan dampaknya nyata. Pondok Pesantren, legislatif, Pemda, dan BI bisa sinergi. Kementan siap support Pak Wali," katanya.

Di masa pandemi, ketahanan pangan menurutnya adalah hal yang krusial. Karenanya, setiap terjadi kontraksi dan turbulensi pada sektor pertanian, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak lain.

"Masing-masing dari kita bisa memainkan peran dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan. Karena pertanian bisa dilakukan di depan rumah, bisa dilakukan di lingkungan Ponpes dengan konsep urban farming," imbuhnya.

Kementan memang intens menggandeng berbagai pihak dalam mengembangkan pertanian termasuk pondok pesantren melalui program santri milenial pertanian.

Seorang santri bagi Kementan merupakan sosok istimewa yang mencerminkan karakter yang baik dalam akhlak maupun ilmu yang memiliki potensi untuk mengembangkan sistem pertanian terintegrasi sebagai upaya mendorong kemandirian di sektor pertanian.

Pasalnya, hampir setiap pondok pesantren memiliki lahan yang luas. Sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian dengan melibatkan para santrinya.

"Indonesia memiliki harapan besar kelak di saat santri nantinya. Setelah lulus dari pondok memiliki kemampuan sebagai entrepreuner di bidang pertanian dan syukur bisa menjadi job seeker dan job creator," pungkasnya. (OL-10)

Baca Juga

DOK.BNC

Transformasi ke Digital, Nilai Saham Bank Neo Commerce Naik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 01:00 WIB
Melalui aksi korporasi ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp249,82...
Dok. 99 Group

Pandemi Covid-19 Picu Sektor Properti Befluktuasi pada 2020

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:44 WIB
Pertumbuhan suplai listing tertinggi terjadi di bulan Juli sebesar 8.75 persen. Penurunan suplai listing yang cukup drastis terjadi dari...
ANTARA FOTO/Moch Asim

259 Ton Udang Vaname Sulteng Diekspor ke Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:33 WIB
Volume ekspor udang vaname tahun 2020 mengalami penurunan dari pada volume ekspor udang vaname tahun 2019 yang mencapai 285,66 ton senilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya