Kamis 11 Februari 2021, 11:28 WIB

Pelayanan Rest Area Jadi Persyaratan Penyesuaian Tarif Tol

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Pelayanan Rest Area Jadi Persyaratan Penyesuaian Tarif Tol

ANTARA FOTO/Yulius Satria W
Kenaikan tarif tol

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendorong seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk dapat memenuhi dan meningkatkan pelayanan jalan tol, termasuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) rest area atau Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) sebagai persyaratan penyesuaian tarif tol.

Hal tersebut sangat penting mengingat keberadaan rest area menjadi perhatian luas publik terutama pengguna jalan tol.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan peningkatan pelayanan jalan tol tidak hanya semata mengejar tercapainya SPM untuk pemenuhan persyaratan penyesuaian tarif tol.

BUJT juga didorong untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan, termasuk menghadirkan lingkungan jalan tol yang lebih baik lewat pengelolaan rest area karena kebutuhan dan ekspektasi publik yang semakin tinggi.

"Kami meyakini dengan lingkungan jalan tol yang lebih baik akan berkontribusi terhadap kenyamanan dan keselamatan dalam mengemudi di jalan tol, khususnya tidak hanya jalannya tetapi juga rest areanya,” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/2).

Baca juga: Tarif Tol BORR Naik Per 30 Januari, Ini Rinciannya

Untuk memastikan peningkatan layanan rest area seiring dengan peningkatan layanan pada jalan tol, peninjauan lapangan dalam rangka evaluasi SPM rest area dilakukan oleh Kementerian PUPR di sepanjang Tol Trans Jawa mulai Rest Area KM 102 A ruas Tol Cikampek-Palimanan hingga Rest Area KM 833 B ruas Tol Pasuruan-Probolinggo.

Peninjauan dipimpin oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman.

"Peninjauan rest area ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri PUPR terkait penyesuaian tarif tol. Pemenuhan SPM rest area menjadi salah satu syarat penyesuaian tarif tol," tutur Sudirman.

Menurut Sudirman, konsep rest area seharusnya tidak hanya untuk tempat singgah istirahat saja, tetapi juga dimanfaatkan secara maksimal sebagai etalase produk lokal dan pengembangan wilayah sekitarnya.

Rest area diharapkan dapat menjadi tempat edukasi dengan memberikan informasi tentang banyak hal, seperti objek wisata dan UMKM.

Penilaian jalan tol dan rest area berkelanjutan harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR No.10 Tahun 2014 dan Permen PUPR Nomor 12 Tahun 2018, yakni terpenuhinya core function di ruas jalan tol, seperti aspek kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna ruas jalan tol.

Kemudian terpenuhinya support function di rest area jalan tol berupa penerapan regulasi tentang tempat istirahat dan pelayanan pada jalan tol (rest area), dan terpenuhinya fungsi kebutuhan pendukung dan pelengkap di rest area.(OL-5)

Baca Juga

PPI Dunia

PPI Dunia Siap Dukung Penuh Hilirisasi Industri

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 11:07 WIB
Achyar menegaskan sikap PPI Dunia siap mendukung program pemerintah untuk kemajuan ekonomi...
Dok. DPR RI

Komisi VII DPR Dorong Penerapan Ekosistem Investasi yang Kondusif di Sektor Hulu Migas

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 09:00 WIB
Komisi VII DPR akan ikut dalam mengurai masalah investasi hulu migas. Berbagai hal akan didorong dan diupayakan Komisi VII DPR RI untuk...
Antara

Pemerintah Dorong Pengembangan Komoditas Ekspor Hortikultura

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 27 November 2022, 08:59 WIB
Pemerintah mendorong program Pengembangan Hortikultura Berorientasi Ekspor dengan pola Creating Shared Value (CSV) guna mengoptimalisasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya