Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengatakan bahwa bank syariah memiliki daya tahan kuat terhadap krisis. Hal ini dibuktikan pada 2020 ini, aset perbankan syariah berhasil tumbuh double digit atau 13,36% yoy, pertumbuhan kredit juga meningkat 9,16% dan DPK (Dana Pihak Ketiga) meningkat 13,52%.
"Dibandingkan bank konvensional memang ini berbeda ya, terutama dari sisi pembiayaan memang bank konvensional alami tekanan akibat restrukturisasi yang cukup besar dan mengakibatkan pertumbuhan kredit melambat dan negatif pada November 2020. Dengan kondisi ini, kita masih punya secercah harapan," ungkapnya dalam Webinar Perbankan Syariah; Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah Pasca Merger Bank Syariah BUMN, Rabu (10/2).
Melihat peluang ini, Hery mengatakan bahwa BSI dibentuk dengan tujuan untuk menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, memiliki daya saing global dan pada akhirnya dapat memberikan layanan optimal baik untuk nasabah, UMKM maupun untuk layanan digital.
"Total aset kami itu nomor tujuh di Indonesia dan kami punya mimpi dapat menduduki posisi sepuluh besar perbankan syariah global berdasarkan market capitalization. Kami juga punya modal aset Rp240 triliun, DPK Rp209,90 triliun, modal Rp21,74 triliun. Market Capitalization sendiri posisi 9 Februari 2021 lalu sudah mencapai Rp117 triliun," kata Hery.
Dari sisi strategi, BSI akan melayani UMKM dengan cara menghubungkan UMKM dalam ekosistem yang terintegrasi. Lalu menbangun sentra UMKM di daerah dan pelatihan UMKM secara online.
Baca juga : Dirut BPJS Ketenagakerjaan: Dana Aman, tidak Ada Kerugian
BSI juga akan melayani segmen retail dengan pelayanan syariah menggunakan ekosistem digital. Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan diri sebagai sarana bagi investor asing untuk mengakses pasar domestik, infrastruktur dan investasi di Indonesia.
"Kami juga akan melongok pasar di internaisonal mengenai sukuk global. BSI nanti bisa berperan mendorong pertumbuhan sukuk untuk menarik investor global membeli dan menjadi bagian investor sukuk global," ujarnya.
Meskipun memiliki berbagai strategi dan aset yang kuat, Hery berharap ada sinergi anatara BSI dengan bank syariah lain. Pasalnya terdapat gap antara jumlah nasabah yang baru mencapai 30 juta dengan potensi industri halal yang mencapai Rp6.545 triliun.
"Dari industri halal ini, aset bank syariah sangat kecil, baru sekitar Rp591 triliun. Kami ingin sampaikan perlu sinergi dari seluruh pemangku kepentingan. Baik itu bank syariah, masyarakat, asosiasi, regulator, ormas islam dan pemerintah," pungkas Hery. (OL-2)
KETUA PP Muhammadiyah Anwar Abbas menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah kesempatan, Purbaya mendorong agar ekonomi atau perbankan syariah
BERKAT peran community officer sebagai garda terdepan dalam melayani dan mendampingi warga masyarakat inklusi, PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved