Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan pihaknya sedang merintis beras berbahan dasar jagung, sagu dan singkong untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. Menurutnya, langkah ini bisa memberikan alternatif kepada masyarakat di masa pandemi covid-19 agar tidak kesulitan mendapatkan pangan.
"Pemahaman dan pemikiran kita di Bulog, ketahanan pangan harus di bangun, seperti masalah pandemi covid-19 ini, sekarang yang utama kebutuhan pangan dan orang harus dapat pangan dengan mudah," ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (3/2).
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan, Panen Perdana Padi di Lahan Gambut Kalsel
Menurut Budi atau akrab disapa Buwas, sebagai negara agraris, sudah sepantasnya Indonesia dapat melakukan swasembada pangan melalui pengembangan berbagai komoditas yang berpotensi sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan.
"Buktikan kita punya 5,5 juta hektare lahan sagu yang belum dikelola, kita punya lahan yang bisa memproduksi singkong atau tepung singkong, kita memproduksi jagung dimana-mana bahkan di Sulawesi, Sumatra, Ambon, Madura, itu produksi jagung banyak," kata Buwas.
Meski demikian, kebanyakan jagung digunakan untuk pakan ternak bukan dikonsumsi masyarakat secara berkelanjutan. Padahal sagu dan singkong, serta jagung itu rendah gluten sehingga bagus untuk Kesehatan.
"Kita mengacu pada makanan sehat dan ketahanan pangan. Ini sudah kita lakukan sehingga dalam perjalanan proses dan kerja sama dengan swasta untuk mewujudkan alternatif pangan selain beras. insya Allah 2021 semua bisa terealisasi termasuk kita punya gudang dan toko modern yang disebut king market yang menyediakan seluruh produksi pangan dari hasil dalam negeri," pungkasnya.(OL-5)
MENTERI Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 2029 di angka 4 juta ton.
Aceh menjadi wilayah dengan prioritas tertinggi karena tingkat dampak bencana yang berat serta sejumlah daerah yang aksesnya sempat terputus.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Sebanyak 1,5 juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) akan disalurkan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Indonesia menutup 2025 dengan capaian penting di sektor pangan, khususnya jagung.
Secara gizi, jagung kaya akan karbohidrat, serat, vitamin B, serta mineral seperti magnesium dan fosfor, sehingga baik untuk sumber energi dan kesehatan tubuh.
Di Banyuwangi, Jawa Timur, sosok Boimin atau akrab disapa Pak Bo dikenal sebagai petani yang tekun, bijak, dan dermawan ilmu.
Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Latif Usman memimpin kegiatan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 di lahan seluas 2,7 hektare di Kabupaten Sragen.
Tahun ini, produksi jagung meningkat 1,5 juta ton dibanding tahun lalu.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka keran impor untuk sejumlah komoditas strategis, beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved