Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan rata-rata produksi sawit di Indonesia sebesar 37,50 juta metrik ton per tahun. Adapun rata-rata konsumsi produk sawit setiap tahun mencapai Rp33,59 triliun.
"Yang cukup menggembirakan, rata-rata nilai ekspor dari produk sawit ini Rp21,4 miliar. Atau rata-rata menyumbangkan 14,9% per tahun dari total ekspor nonmigas," ungkap Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrahman dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (20/1).
Baca juga: ESDM: Tarif Royalti Batu Bara Khusus Gasifikasi Dipangkas
Lebih lanjut, dia mengatakan industri sawit berkontribusi terhadap penerimaan negara dalam bentuk pajak sekitar Rp14-20 triliun per tahun. "Jadi, kita lihat ini sangat strategis sekali," imbuh Eddy.
Selain itu, sektor industri sawit melibatkan 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tidak langsung. Dari sisi perkebunan rakyat, terdapat 2,4 juta petani rakyat/swadaya yang mengusahakan sendiri perkebunan kelapa sawit dan melibatkan 4,6 juta pekerja.
"Sawit juga memberikan sumbangan pada tujuan pembangunan nasional yang berkelanjutan, yakni sawit membuka lapangan kerja di daerah. Sehingga, lebih banyak pengentasan kemiskinan dan mengurangi tingkat ketidakseimbangan pendapatan," pungkasnya.
Baca juga: Dampak Covid-19 pada Bisnis Perkebunan Sawit
Eddy menyoroti program Peremajaan Sawit rakyat (PSR), yang dibantu dana dari BPDPKS hasil pungutan transaksi ekspor berdasarkan tarif yang berlaku.
"Dana yang kami salurkan akan dilakukan untuk sektor hulu. Seperti, PSR, pengembangan SDM, penelitian, pengadaan sarana dan prasarana. Dengan tujuan peningkatan kesejahteraan petani, stabilisasi harga dan pengembangan industri sawit berkelanjutan," terang dia.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Keterlibatan Acha Septriasa sebagai Co-Founder di Avarta Media menandai fase baru setelah lebih dari dua dekade ia berkarier sebagai bintang film.
Tiga kesalahan yang harus dihindari adalah kualitas teknis yang buruk, kurang strategi kesan pertama, dan meremehkan proses produksi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memilih meluruskan angka konversi yang dipaparkan. Ia menolak klaim konversi 100 ribu hektare per tahun dan merujuk data BPS yang jauh lebih kecil.
PT GNI memiliki total 25 lini produksi Nikel Pig Iron, di mana 2 lini saat ini tengah dilakukan perbaikan besar pada material tahan api, sementara 23 lini lainnya tetap beroperasi secara normal.
Penggunaan software desain canggih yang terintegrasi langsung dengan sistem produksi fisik menjadi salah satu solusi yang mulai diadopsi oleh banyak produsen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved