Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP Kementan) Agung Hendriadi berharap dalam 100 hari ke depan harga kedelai mampu stabil sehingga tidak memberatkan perajin tahu dan tempe.
“Berdasarkan kesepakatan, dalam 100 hari pasokan dan harga kedelai bisa stabil, khususnya di Pulau Jawa. Berdasarkan surat edaran, harga di perajin Rp8.500 per kilogram,” kata Agung saat peluncuran Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Kedelai di Semanan, Jakarta Barat, kemarin.
Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya ialah operasi pasar sebagai upaya mengendalikan harga dan menjaga pasokan. Untuk operasi pasar, Kementan menggandeng Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gapoktindo) dan Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo).
“Pertemuan dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia dan Asosiasi Importir Kedelai Indonesia sudah dilakukan untuk menyepakati langkah-langkah yang bisa dilakukan dalam menstabilkan harga,” ujar Agung.
Di kesempatan yang sama, Ketua Umum Gapoktindo Aip Syarifuddin mengapresiasi upaya cepat pemerintah dalam menstabilkan harga di kalangan perajin. Diakuinya, saat ini produksi telah kembali berjalan lancar dan perajin tahu-tempe sudah bisa berproduksi dengan harga bahan baku kedelai yang sudah disepakati.
“Terima kasih Menteri Pertanian untuk langkah konkretnya. Ini benar-benar sangat membantu. Kini harga dari Akindo sudah Rp8.500 per kilogram dan kami tidak menaikkan sepeser pun di perajin,” ujar Aip.
Pada kesempatan berbeda, sejumlah perajin tahu di Jakarta Barat meminta Kementan menyediakan kedelai lokal untuk diolah menjadi tahu.
Salah satu perajin tahu, Abu Azis, 25, mengatakan kualitas kedelai lokal jauh lebih baik daripada kedelai impor. Kualitas kedelai lokal bisa dirasakan dari rasa tahu yang lebih gurih.
“Kedelai impor itu lebih sering digunakan untuk memproduksi tempe. Kalau untuk tahu, kedelai lokal lebih bagus karena rasanya lebih gurih,” kata Azis di Pasar Kopti, Jakarta Barat, kemarin.
Saat ini, ia mengaku masih menggunakan kedelai impor dari Amerika Serikat karena suplai kedelai lokal yang belum ada.
Selain itu, harga kedelai impor jauh lebih murah ketimbang kedelai lokal. Perbedaannya hampir dua kali lipat, harga kedelai lokal Rp16.000/kg, sedangkan kedelai impor Rp9.300/kg. (Iam/E-2)
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Produk yang diperkenalkan meliputi tempe, tahu, susu kedelai, hingga inovasi terbaru berupa nougat kedelai yang kaya nutrisi.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
Kebijakan tarif tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan menjadi salah satu tarif terendah yang diberikan AS untuk negara di kawasan Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved