Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melakukan pemantauan khusus perihal kenaikan harga kedelai belakangan ini. Seperti diketahui, para pengrajin tahu tempe sempat melakukan mogok kerja karena lonjakan bahan pangan tersebut.
"Melihat gejolak harga kedelai saat ini, dimasukkan pemantauan khusus kedelai," ujar Kepala Bidang Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Inti Pertiwi kepada Media Indonesia, Senin (4/1).
Inti menjelaskan, pemantauan untuk prognosa ketersediaan kedelai tersebut dilakukan dari berbagai aspek. Seperti pemantauan produksi kedelai dalam negeri, impor kedelai, kebutuhan konsumsi dan stok kedelai itu sendiri.
"Ditjen tanaman pangan seharusnya sudah mulai bergerak untuk melakukan pemantauan," jelas Inti
Hari ini pukul 08.00 WIB, Kementan melakukan rapat kerja dengan Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) soal ketersediaan kedelai dalam negeri untuk kebutuhan bahan baku tempe dan tahu.
Ketua Sahabat Perajin Tempe Pekalongan (SPTP) Pekalongan Mua'limin mengaku merasa rugi akibat lonjakan harga kedelai impor. Dia menuturkan, semula harga kedelai dikisaran Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Namun saat ini, harga pangan tersebut menjadi Rp9.000 hingga Rp9.500 per kilogram
"Kelangkaan tempe tahu disebabkan karena bahan baku (kedelai) yang naik lebih dari 35 %. Jadi pengrajin selalu merugi, khususnya tempe setiap hari harus merugi," terang Mua'limin.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengungkapkan, kenaikan harga kedelai sudah merambah di beberapa daerah Pulau Jawa. Pihaknya meminta agar produsen dan pengrajin tahu tempe untuk tidak berhenti memproduksi makanan tersebut.
"Memang sudah merambah ke beberapa daerah. Kami informasikan kepada pengrajin untuk jangan berhenti produksi. Menyesuaikan harga boleh saja tanpa memberatkan konsumen, mengingat tahu tempe makanan favorit," pungkasnya. (Ins)
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
EKONOM Indef Ariyo Irhamna mendesak pemerintah memperketat pengawasan dan penegakan aturan impor, menyusul memburuknya kondisi industri tekstil nasional.
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Produk yang diperkenalkan meliputi tempe, tahu, susu kedelai, hingga inovasi terbaru berupa nougat kedelai yang kaya nutrisi.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
Kebijakan tarif tersebut mulai berlaku pada 1 Agustus 2025 dan menjadi salah satu tarif terendah yang diberikan AS untuk negara di kawasan Asia Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved