Rabu 30 Desember 2020, 21:45 WIB

Angin Segar bagi Bisnis Alat Kesehatan

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Angin Segar bagi Bisnis Alat Kesehatan

DOK Istimewa
Ilustrasi

 

PANDEMI covid-19 memberikan hantaman keras terhadap ekonomi nasional. Pembatasan sosial dan peningkatan kasus dari hari ke hari menyebabkan lesunya daya beli masyarakat sehingga sejumlah industri seperti bioskop, pariwisata, dan hospitality terkena imbasnya. Alhasil, tak sedikit pelaku industri yang mengalami kerugian dan bahkan terpaksa gulung tikar.

Namun di sisi lain, pandemi juga meniupkan angin segar bagi sebagian industri. Salah satunya yaitu industri alat kesehatan. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan, pandemi menjadi momentum bagi pelaku industri alat kesehatan untuk terus berinovasi sehingga dapat terus memicu pertumbuhan bisnis.

Asosiasi Produsen Alat Kesehatan (Aspaki) menyatakan bahwa pasar alat kesehatan di Indonesia sangat menggiurkan. Angkanya bisa mencapai US$2,2 juta per tahun dengan jumlah potensi tersebar di sekitar 3.000 rumah sakit serta 9.000 puskesmas dan klinik swasta di seluruh Indonesia.

Menurut laporan perusahaan konsultan Dezan Shira, nilai industri alat kesehatan di Indonesia pada 2019 diperkirakan mencapai US$2,4 miliar (Rp33,95 triliun) dengan sebagian besar produk merupakan produk impor. Nilainya bahkan meningkat saat pandemi, terlebih Kementerian Kesehatan memiliki dana sebesar Rp169,7 triliun untuk menanggulangi covid-19 sebagai bagian dari program pemulihan nasional.  

Di kancah global, bisnis alat kesehatan juga mengalami tren positif. WTO (World Trade Organization) mencatat sepanjang 2020 bisnis alat kesehatan mengalami peningkatan sebesar 38% dibandingkan tahun sebelumnya. Bisnis alat kesehatan pada masa pandemi terbilang menjanjikan.

Namun dengan pesatnya perkembangan digital di tengah era adaptasi kebiasaan baru, para pelaku industri alat kesehatan juga dituntut melakukan digitalisasi manajemen sesuai teknologi terkini demi menggenjot market yang makin berkembang ke arah online. Perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi alat kesehatan dan berfokus pada home health care serta medical devices di Indonesia, PT Indocore Perkasa, giat melakukan sejumlah inovasi dalam sistem manajemen untuk meningkatkan pelayanan.

Mereka hijrah dari sistem manajemen berbasis server ke sistem manajemen terpadu dengan teknologi ERP (enterprise resource planning) berbasis cloud. Perusahaan teknologi ERP terkemuka asal Korea Selatan, SystemEver, dipercaya Indocore untuk membantu meningkatkan kinerja manajemen, khususnya bidang distribusi.

SystemEver merupakan software ERP berbasis cloud yang dimiliki oleh Younglimwon Softlab. Menurut Supervisi Admin PT Indocore Perkasa Habibah teknologi ERP yang ditawarkan SystemEver terbukti menjadi solusi dalam operasionalisasi manajemen di masa pandemi.

Sejak awal 2020, Indocore memang sudah mulai menerapkan ERP pada sistem manajemennya. Kelebihan teknologI ERP SystemEver terutama pada 3C yaitu cloud, connecting, dan controlling.

Memasuki masa pandemi, pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah. Tanpa teknologi yang canggih, hal ini terkesan sulit diwujudkan. Namun berkat teknologi cloud, SystemEver mampu mewujudkannya.

Hasilnya, kini tidak semua karyawan harus datang langsung ke kantor untuk bekerja. Teknologi yang saling terintegrasi memungkinkan sebagian orang dapat melakukan pekerjaan dari rumah.

"Sebelumnya kami tidak membayangkan pekerjaan yang notabene dilakukan di kantor seperti purchasing, accounting, dan admin, dengan ERP nyatanya bisa dikerjakan secara mobile. Asal terkoneksi internet, pekerjaan bisa terselesaikan dengan baik," ujar Habibah.

Berikutnya connecting. Karyawan Indocore Perkasa kini dapat mengekspor data berdasarkan kebutuhan, baik untuk keperluan manajemen ataupun pertimbangan bisnis dengan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih aman. Hadirnya tampilan layar kerja Visual-K Process Map yang khas dan simpel turut membantu mereka untuk beradaptasi dalam memaksimalkan fitur-fitur kerja yang ada.

Selain itu, teknologi ERP membantu pelaku industri dalam memantau laporan bisnis secara real time. Dengan demikian, SystemEver tak semata membantu meningkatkan produktivitas pelaku industri, tapi juga turut menyukseskan kebijakan pemerintah.

Terakhir yaitu controlling. Integrasi antara satu divisi dengan divisi lain secara runut dan detail membuat pelaku industri dapat melakukan kontrol mulai dari requirement determination, source determination, vendor selection, order processing, purchase order monitoring, goods receipt, hingga payment dengan tepat sehingga mampu meminimalisasi kesalahan dan memperoleh data secara akurat.

"SystemEver tak hanya membantu kami meningkatkan produktivitas, tapi juga mengoptimalkan pertumbuhan bisnis kami dalam bidang alat kesehatan.” tambah Habibah. Kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap kesehatan memang memberikan peningkatan kebutuhan alat kesehatan seperti tensimeter dan termometer, yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pencegahan dini. (RO/OL-14)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

Erick Minta Forum Humas BUMN Berlari Maraton dan Jaga Kontinuitas

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 29 November 2021, 19:56 WIB
Para insan BUMN dikukuhkan sebagai ujung tombak untuk bergerak bersama mencapai tujuan dan memberikan yang terbaik untuk...
ANTARA

Pasar Mobil Kemayoran Mulai Menggeliat

👤Widhoroso 🕔Senin 29 November 2021, 19:44 WIB
PEMBATASAN berbagai kegiatan selama kurang lebih dua tahun akibat munculnya pandemi Covid-19 berimbas besar pada sisi ekonomi di berbagai...
Antara/Bayu Pratama S.

Kinerja APBN Efektif, Fungsi Countercyclical Dilanjutkan pada 2022

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 29 November 2021, 18:50 WIB
Langkah pemulihan ekonomi dengan menggunakan instrumen APBN sejak 2020 berhasil mendukung penanganan dan pengendalian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya