Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni menuturkan hadirnya BUMN Finance Institute dapat menggebrak talenta perbankan, khususnya di era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) saat ini.
Hal itu disampaikan saat Kick Off BUMN Finance Institute di BRI Innovation Center bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan Corporate University dan Learning Center yang dimiliki oleh BTN, BNI, dan Mandiri pada Rabu (23/12).
“Corporate University dan Learning Center BUMN harus mampu mengembangkan pekerja yang terperangkap di zona nyaman. Hal ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan baru sehingga pekerja siap menghadapi tantangan dan berbagai permasalahan,” ungkap Alex dalam keterangannya, Sabtu (26/12).
Dia menuturkan, kegiatan tersebut merupakan satu langkah implementasi dari lima Program Prioritas Kementerian BUMN, yaitu pengembangan talenta sumber daya manusia Indonesia.
Alex mengungkapkan kegiatan Kick Off BUMN Finance Institute dilanjutkan dengan kegiatan shared training secara online yang diikuti oleh Pekerja dari Bank BRI, BTN, BNI, dan Mandiri.
Baca juga: Hadapi Era VUCA, HIMBARA Siapkan BUMN Finance Institute
Adapun, materi Subject Matter Expert disampaikan oleh masing-masing Bank BUMN sesuai dengan spesialisasi dari Consumer Banking (BTN), Wholesale Banking (Mandiri), Micro Banking (BRI) dan International & Trade Banking (BNI).
Herdy Harman selaku Ketua Forum Human Capital Indonesia (FHCI) yang juga merupakan Direktur Human Capital BRI menyampaikan dengan terbentuknya BUMN Finance Institute, pekerja bank BUMN diharapkan mendapat pengalaman belajar yang menyeluruh terkait banking, digital dan leadership.
“Kami antusias dengan dilaksanakannya Kick Off BUMN Finance Institute ini. Ini sejalan dengan cita-cita Kementerian BUMN untuk mewujudkan sumberdaya manusia unggul yang berdaya saing tinggi di lembaga keuangan di Indonesia,” pungkas Herdy.(OL-5)
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved