Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Indra Karya (Persero) kembali mengadakan Workshop Pelatihan Kewirausahaan Mandiri Batch – II.
Kali ini BUMN yang bergerak di bidang konsultan engginering ini mengelar pelatihan bekerjasama dengan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan/ Tanggung Jawa Sosial (PKBL/TJSL) dan Serikat Karyawan Indra Karya (SEKAR IKA).
Pada kegiatan yang dilangsungkan secara daring pada Kamis (10/12) tampil sebagai narasumber yakni Juniati Gunawan, PhD dari Trisakti Suistainibility Center dan Vera Novita yang merupakan Ketua Yayasan Pulokambing). Acara ini juga turut di hadiri oleh Dewan Komisaris, Direktur Utama PT Indra Karya dan para karyawan yang telah purna tugas serta mitra binaan.
Dewan Komisaris Indra Karya Teddy Poernama dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan kewirausahaan mandiri ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan.
"Setelah workshop batch 1 dan batch 2 akan ada pertemuan lanjutan. Nanti setelah 6 bulan, kita bisa berkunjung ke lokasi para peserta terkait apa yang sudah dilakukan dari kegiatan workshop hari ini,” ujar Teddy Poernama
Dirut Indra Karya Milfan Rantawi mengatakan kegiatan Pelatihan Kewirausahan Mandiri ini merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap karyawan purna dan pra-purna tugas.
Program ini merupakan salah satu bentuk terima kasih manajemen kepada para karyawan purna tugas dan mendukung mitra binaan perusahaan. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlanjut sehingga memiliki dampak nyata terhadap kesejahteraan karyawan maupun mitra binaan perusahaan.
“Melalui kerja nyata para purna tugas ini Indra Karya dapat terus bertumbuh hingga seperti sekarang ini. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai disini. Kita akan buat wadah khusus sebagai tempat untuk berkoordinasi dan saling memperkuat usaha-usaha dari mitra binaan maupun dari para purna sebagai calon UKM-UKM baru” pungkas Milfan Rantawi. (RO/E-1)
Dalam kegiatan pelatihan, Juniati Gunawan selaku narasumber mengungkapkan bahwa dalam memulai bisnis baru ada beberapa kiat yang perlu dilakukan. Seperti meminta dukungan keluarga/orang terdekat, mempelajari tentang administrasi dan menjauhkan pikiran dari kata ‘gagal’.
" Kiat sukses dalam memulai usaha mandiri yaitu sabar, mempunyai rencana, ikhlas dan pantang menyerah,” tandasnya.
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved