Kamis 10 Desember 2020, 17:09 WIB

Data tidak Valid, 140 Ribu Orang Gagal Terima BSU

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Data tidak Valid, 140 Ribu Orang Gagal Terima BSU

Antara/Aditya Pradana
Ilustrasi pekerja yang turun dari rangkaian KRL di Stasiun Bogor, Jawa Barat.

 

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan sebanyak 140 ribu data dikembalikan ke BPJAMSOSTEK. Sebab, data dari penerima bantuan subsidi upah (BSU) dinilai tidak valid.

"Saat ini, sekitar 140 ribu calon penerima yang datanya dikembalikan ke BPJAMSOSTEK," ujar Staf Khusus Kemnaker Reza Hafiz dalam diskusi virtual, Kamis (10/12).

Reza menegaskan bahwa pengembalian data ke BPJAMSOSTEK lataran data tersebut berasal dari lembaga tersebut. Sehingga, Kemnaker tidak memiliki kapasitas untuk melakukan validasi atau revisi ulang.

Menurut dia, terhambatnya penyaluran BSU disebabkan beberapa faktor. Salah satunya, keterangan nama di KTP dan rekening tidak sama. "Nama yang ada di KTP dan di rekening biasanya tidak sama. Nah, biasanya ada masalah di situ," imbuh Reza.

Baca juga: Inklusi Keuangan RI Masih Rendah, Presiden: Pakai Cara Inovatif

Kemudian, banyak rekening bank yang tidak aktif. Alhasil, dana BSU tidak dapat masuk ke rekening penerima. Diketahui, total penerima manfaat BSU mencapai 12,40 juta pekerja. Penerima BSU ialah pekerja dengan upah atau gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Untuk program bantuan tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,9 triliun.

"Realisasi dari termin I periode September-Oktober mencapai 98,8%, atau sekitar 12,2 juta orang yang menerima BSU. Sisanya masih dalam proses itu tadi," pungkasnya.

Menyoroti termin II, lanjut dia, sudah 90% atau 11 juta orang yang menerima BSU dari total 12,40 juta penerima BSU. "Jadi, yang termin I dapat BSU seharusnya termin II dapat lagi. Karena tidak ada pembaruan data," tutup dia.(OL-11)

Baca Juga

MI/HO

Sengketa Ekspor Bijih Nikel RI-Uni Eropa, JAKI Dorong Reformasi WTO

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:40 WIB
ORGANISASI Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional (JAKI) terus berupaya membantu pemerintah RI dalam gugatan pelarangan ekspor bijih...
Antara/Akbar Nugroho Gumay

Program B35 Perlu Dukungan Pembiayaan Pemerintah agar Optimal

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Februari 2023, 06:30 WIB
Pemberlakuan B35 diyakini bakal menyerap lebih banyak biodiesel, sehingga mampu menghasilkan penghematan penggunaan bahan bakar minyak...
dok.ant

Dolar AS Jatuh ke Terendah selama 9-bulan Terakhir

👤Muhamad Fauzi 🕔Kamis 02 Februari 2023, 06:30 WIB
DOLAR AS memperpanjang kerugian pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (2/2/2023), jatuh ke level terendah sembilan bulan terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya