Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta agar ekspor produk Indonesia terus ditingkatkan meski dalam situasi pandemi. Peningkatan ekspor diyakini bisa memperbaiki kondisi ekonomi di masa pandemi ini. Presiden pun meminta agar hambatan regulasi ekspor dibenahi.
Hal itu disampaikan Presiden dalam seremoni pelepasan ekspor produk dalam negeri secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (4/12).
"Diperlukan reformasi besar-besaran pada ekosistem berusaha bagi eksportir kita. Satu per satu persoalan yang menghambat kinerja ekspor kita cermati, kita carikan solusinya. Regulasi yang rumit, saya sudah sampaikan bolak-balik segera kita sederhanakan. Prosedur birokrasi yang menghambat juga saya sampaikan berkali-kali segera dipangkas," ucap Jokowi.
Presiden mengatakan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor. Ia mencontohkan ekspor kopi yang pada 2019 Indonesia merupakan produsen terbesar nomor empat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Baca juga : Presiden Lepas Ekspor Senilai Rp23 Triliun
Namun, Indonesia kini tercatat hanya sebagai terbesar kedelapan. Kinerja ekspor kopi Indonesia bahkan masih tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang pada 2019 mencapai US2,22 miliar sedangkan Indonesia US$883,12 juta.
Begitu pula dengan komoditi ekspor yang lain, seperti garmen. Indonesia kini hanya menjadi eksportir garmen terbesar ke-22 di dunia. Presiden juga mengeluhkan kinerja ekspor produk-produk home decoration dan furniture yang masih tertinggal.
Begitu juga dengan ekspor produk perikanan. Jokowi mengatakan Indonesia sebagai produsen produk perikanan terbesar kedua di dunia namun kinerja ekspornya masih di peringkat ke-13 dunia.
"Saya melihat ketertinggalan tidak harus membuat kita pesimis. Tidak ada jalan bagi kita selain melakukan langkah-langkah perbaikan, langkah-langkah pembenahan," ujarnya. (OL-2)
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved