Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL survei Bank Indonesia mengindikasikan peningkatan kebutuhan pembiayaan 3 bulan yang akan datang, dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Oktober 2020 yang tercatat sebesar 15,1%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 9,0%.
Peningkatan kebutuhan pembiayaan tersebut diindikasi, antara lain terjadi pada sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.
"Sejumlah sektor dengan kebutuhan pembiayaan yang meningkat antara lain sektor konstruksi, transportasi dan pergudangan, dan informasi dan komunikasi, terutama untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo dan mendukung pemulihan pasca era new normal," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko, Senin (16/11).
Responden yang memilih melakukan pinjaman/utang dari perusahaan afiliasi/induk berpendapat bahwa kemudahan dan kecepatan perolehan dana (66,7%) dan suku bunga yang lebih murah (16,7%) menjadi faktor utama yang mendorong preferensi pemilihan tersebut.
Kebutuhan pembiayaan korporasi dalam tiga bulan yang akan datang atau pada Januari 2021 diperkirakan meningkat. Ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 15,1%.
Angka SBT ini lebih tinggi dari SBT pada bulan September 2020 yang tercatat sebesar 9%. Sebanyak 26,8% responden menjawab kebutuhan pembiayaan 3 bulan yang akan datang meningkat, 63,9% tetap dan 9,4% menjawab menurun.
Dari sisi responden rumah tangga, terdapat indikasi peningkatan pangsa responden yang berencana untuk melakukan penambahan pembiayaan dalam 3 dan 6 bulan yang akan datang. Peningkatan terutama untuk jenis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Sebagian besar responden rumah tangga tidak melakukan penambahan pembiayaan melalui utang atau kredit pada bulan laporan (Oktober). Persentase responden yang tidak melakukan penambahan pembiayaan pada Oktober 2020 mencapai 88,4% dari total responden, sedikit meningkat dibandingkan dengan angka persentase bulan sebelumnya yang tercatat 86,9%.
Sementara responden yang menyatakan melakukan penambahan utang pada Oktober 2020 tercatat sebanyak 11,6%.
Pada Oktober 2020, responden rumah tangga yang mengajukan penambahan pembiayaan melalui utang mayoritas memperoleh pembiayaan tersebut dari Bank Umum (pangsa sebesar 23,8%), diikuti leasing dan koperasi dengan pangsa masing-masing sebesar 15,5% dan 14,8%.
Porsi responden yang mengajukan pembiayaan dari leasing, koperasi, dan perusahaan Fintech meningkat dari bulan sebelumnya.
Sementara itu, menurut jenisnya, pembiayaan yang paling banyak diajukan oleh rumah tangga pada Oktober 2020 adalah Kredit Multi Guna (KMG) (27,2%) dari total pengajuan utang, diikuti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) (21,9%) dan Kartu Kredit (14%) dari total pengajuan kredit pada Oktober 2020. (E-1)
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved