Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA pandemi covid-19 telah membuat para pelaku usaha khususnya UMKM terpukul berat. Hal ini terlihat dari survei Pertamina yang menyatakan bahwa sebanyak 53% pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan di masa pandemi.
Hal ini membuat Pertamina bergegas untuk ikut membantu UMKM kembali pulih. Salah satunya melalui program Pertamina UMKM Academy Fast Track 2020 yang diselenggarakan pada 10 November sampai 15 Desember 2020.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan bahwa program ini dilakukan untuk mengakselerasi UMKM naik kelas. "Target kami sebanyak 500 UMKM mitra binaan Pertamina akan mengikuti acara ini sejak hari ini sampai 15 Desember 2020 nanti. Pelatihan akan dilakukan dengan berbagai kurikulum yang sesuai kriteria UMKM tersebut," ungkapnya dalam konferensi pers secara daring, Selasa (10/11).
Lebih lanjut, Manager SMEPP Pertamina Rudi Ariffianto menambahkan bahwa program ini akan dilakukan berkepanjangan. Di mana pada tahun mendatang Pertamina UMKM Academy Fast Track akan dilanjutkan.
Dalam pemilihan 500 UMKM binaan tersebut, Rudi juga mengatakan bahwa telah berlangsung kurasi atau pemilihan untuk UMKM yang dinyatakan layak masuk program ini. Setelah proses kurasi, para pelaku UMKM akan dimasukkan ke dalam empat kelas yakni kelas go modern, go digital, go online dan go global.
"Go modern ini untuk mengubah mindset dari tradisional menjadi modern mulai dari sistem keuangan mereka dan juga kami akan berikan pelatihan akuntansi dan lainnya. Untuk go digital, kita bekali dengan aplikasi untuk berusaha dan membantu para pelaku UMKM seperti membuat social media, masuk dalam e-commerce dan lainnya," kata Rudi.
"Untuk go online, nantinya pelaku UMKM akan dibuatkan website tersendiri dan diberikan pelatihan agar mereka dapat memanfaatkan keberadaan website tersebut. Terakhir, go global kami akan siapkan para pelaku UMKM agar bisa melakukan eksport," sambungnya.
Menurut Rudi, para pelaku UMKM harus mengerti bahwa di saat pandemi ini banyak hal yang bisa mereka lakukan untuk tetap bertahan. Setidaknya Pertamina telah melakulan dua hal penting untuk membantu para pelaku UMKM.
Pertama, Pertamina telah melakukan penyerapan produk UMKM untuk berbagai kegiatan dan telah mencapai Rp3,5 miliar. Kedua, pihaknya juga telah membuat pelatihan agar UMKM menjadi adaptif saat pandemi.
"Misalnya membuat produk herbal, masker dan lainnya agar adaptif saat pandemi. Bahkan produk herbal dan lainnya ini bisa meningkatkan omzet sampai 50%. Nilai total untuk keseluruhan kami sudah salurkan Rp12 miliar," ujar Rudi.
Salah satu pelaku UMKM mitra binaan Pertamina asal Bogor, Agustin yang bergerak di bidang bordir mengakui bahwa dengan adanya berbagai program pelatihan dari Pertamina telah membuatnya terbantu.
Terlebih, saat ini dia sudah berhasil melakukan ekspor sampai ke Saudi Arabia pada produk buatannya. "Saya bangga bahwa produk yang saya buat berhasil ekspor dan berkat Pertamina saya juga terpacu untuk terus mengembangkan usaha saya," pungkasnya. (E-1)
Pertamina menegaskan BBM subsidi untuk nelayan terbagi dalam JBT, JBKP, dan JBU. Nelayan perlu memahami perbedaannya agar akses BBM tepat sasaran.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok yang merupakan Komisaris utama Pertamina periode 2019-2024 mengaku belum bergabung dengan Pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved