Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM dari Center of Reforms on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menuturkan, potensi naiknya posisi Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia di akhir tahun amat besar.
"Dengan asumsi sampai dengan akhir tahun tidak ada lagi PSBB ketat seperti yang terjadi bulan September sampai pertengahan Oktober kemarin, maka setidaknya level PMI yang berada angka 50 atau ekpansif," ujarnya saar dihubungi, Senin (9/11).
PMI merupakan indikator ekonomi yang menggambarkan keyakinan para manajer bisnis di sektor manufaktur. Bila PMI manufaktur suatu negara menyentuh angka 50, maka dapat dikatakan industri manufaktur negara itu berada pada posisi ekspansif.
Diketahui posisi PMI manufaktur Indonesia sempat jatuh di titik terendah yakni 27,5 pada April 2020 setelah di Maret 2020 berada di level 45,3. Indeks itu berangsur membaik yang dibuktikan dengan naiknya posisi PMI manufaktur Indonesia pada Mei di angka 28,6, Juni 39,1, Juli 46,9, Agustus 50,8, September 47,2 dan Oktober 47,8.
Yusuf menilai, perbaikan industri manufaktur terlihat terjadi di triwulan III 2020. Itu merujuk dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan industri manufaktur sekitar 5% secara triwulanan.
Baca juga : Pemerintah Segera Selesaikan RPP tentang Perlindungan Buruh Migran
Hal tersebut turut dikuatkan dengan peningkatan konsumsi dari triwulan II 2020 yang juga menjadi pendorong menggeliatnya proses produksi di industri manufaktur.
"Terjadi perbaikan penjualan mobil dan motor yang pertumbuhannya sudah menujukkan pertumbuhan. Artinya memang prose pemulihan ekonomi terjadi dan hal ini bisa berdampak pada ekspektasi yang lebih positif dari para pelaku usaha di sektor manufaktur ditambah ada sentimen faktor seasonal natal dan tahun baru yang umumnya akan mendorong konsumsi," pungkas Yusuf.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis PMI Indonesia akan masuk ke dalam kategori ekspansif di akhir 2020. Itu karena tiap sektor di industri manufaktur mencatatkan kinerja positif di triwulan III 2020.
"PMI sudah menunjukkan hal yang positif, apalagi ketika dibandingkan dengan saat covid masuk pertama kali ke Indonesia pada Maret 2020. Sekarang sudah dalam posisi menggeliat, kita mendorong itu dan kami percaya sebelum berakhir 2020, PMI ini bisa masuk ke titik 50. Itu artinya industri dalam negeri sudah sampai kepada status ekspansif,” ujar Agus dalam Talkshow yang digelar BNPB secara daring, Senin (9/11). (OL-7)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Mengawali 2026, kinerja sektor manufaktur Indonesia menguat. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur yang tetap ekspansif dan meningkat ke 52,6 pada Januari 2026.
Tiongkok membidik target ekonomi 4,5-5% pada 2026. Fokus beralih ke kualitas pertumbuhan dan stabilitas domestik guna menghindari stagnasi jangka panjang ala Jepang.
Fokus kebijakan, sebaiknya diarahkan pada segmen industri perakitan, pengujian, dan pengemasan (assembly, testing, and packaging) serta manufaktur komponen pendukung.
PEMERINTAH menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia pada 2026 akan tumbuh solid seiring penguatan fundamental domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved