Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Universitas Indonesia (UI), Fithra Faisal Hastiadi, menilai terdapat beberapa indikator yang harus diperhatikan pemerintah untuk mencapai target investasi pada 2021.
Investasi pastinya erat dengan konteks perdagangan internasional. Oleh karena itu hal pertama yang perlu diperbaiki implementasi investasi itu sendiri melalui beberapa regulasi seperti yang dilakukan pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.
"Ini yang sedang dikerjakan oleh pemerintah dengan omnibus law tersebut. Meskipun UU tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk diterima masyarakat," kata Fithra saat dihubungi, Kamis (5/11).
Selanjutnya ialah dalam jangka pendek, penanganan covid menjadi hal yang fundamental untuk iklim investasi. Karena investor pasti membandingkan secara komparatif dan pertimbangan faktor resiko maka yang dilihat adalah penanganan covid.
Hal itu sudah disadari oleh Vietnam sehingga negara tersebut menjadi pelari yang cepat untuk menyambut investasi pada 2021 mendatang karena pemagangan covid di negara tersebut jauh lebih baik dari negara Asia Tenggara lainnya.
Kemudian peningkatan investasi juga bisa dimanfaatkan melalui kerja sama ekonomi yang bersifat regional maupun bilateral. Perjanjian yang baru dilakukan seperti perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
"Siapapun dalam Pemilu AS yang menang pasti memandang Indonesia sebagai hubungan yang yang penting. Karena AS mencari negara alternatif selain Tiongkok untuk peningkatan investasi dan pembangunan pabrik. Hal ini yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah," ucapnya.
Selain itu, Fithra juga mengapresiasi pemerintah untuk meratakan investasi di daerah-daerah sehingga tidak terpusat di Pulau Jawa. Dengan mengandalkan pembangunan infrastruktur yang masif di luar Pulau Jawa.
"Meski begitu bukan hal yang mudah memindahkannya karena investor sudah cukup nyaman berada di Jawa. Namun ini tidak menjadi masalah selama ini bisa mendapatkan peluang investasi yang lebih besar," jelasnya.
"Dan jangan pernah membuat investor dipaksa masuk ke tempat yang tidak nyaman. Setelah investor masuk baru, akan terjadi pertumbuhan perekonomian dan baru pemerataan," tambahnya.
Target realisasi investasi pada masa transisi tahun depan memiliki potensi yang besar dan pertumbuhan perekonomian juga bisa mencapai 6%. Sehingga target realisasi investasi tidak perlu diturunkan.
Diketahui, target investasi pada 2021 sebesar Rp858,5 triliun. Target investasi tersebut tidak berubah meski di tengah masa transisi pasca pandemi covid-19. (E-1)
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Jumlah investor pasar modal mencapai 20 juta pada akhir 2025, hanya 5% dari total penduduk Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto bertemu dengan petinggi perusahaan global di Amerika Serikat, Jumat (20/2) waktu setempat. Dalam pertemuan itu Indonesia memperkuat sistem investasi
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan pimpinan dari 12 perusahaan investasi terbesar dunia dalam upaya memperkuat kemitraan strategis, dalam pertemuan yang berlangsung di Washington DC.
Agenda utama pertemuan adalah pembahasan pengembangan, hilirisasi, serta potensi ekspor komoditas kakao Papua ke pasar global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved