Kamis 29 Oktober 2020, 16:09 WIB

Pemerintah Sesuaikan Harga Patokan Ekspor Produk Tambang

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Sesuaikan Harga Patokan Ekspor Produk Tambang

ANTARA/Muhammad Adimaja
.

 

PEMERINTAH menyesuaikan harga patokan ekspor (HPE) produk tambang melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 85 Tahun 2020 yang diteken pada 23 Oktober 2020. Penyesuaian itu didasari oleh HPE produk pertambangan dan dikenai bea keluar (BK) yang terpengaruh fluktuasi harga internasional.

"HPE produk pertambangan periode November 2020 yang mengalami fluktuasi, di antaranya komoditas konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu. Harga beberapa komoditas produk pertambangan mengalami kenaikan karena permintaan dunia yang meningkat,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi dikutip dari siaran pers, Kamis (29/10).

Didi menambahkan, komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit), konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, dan konsentrat rutil mengalami penurunan karena industri belum stabil sebagai dampak pandemi covid-19.

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK yaitu konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME). "Penetapan HPE periode November 2020 ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait," pungkas Didi. (OL-14)

Baca Juga

DOK OJK

OJK Beberkan Lima Prioritas Sektor Jasa Keuangan 2021

👤Ihfa Firdausya 🕔Jumat 15 Januari 2021, 21:50 WIB
Memasuki 2021, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ingin memanfaatkan momentum untuk mengaplikasikan kebijakan-kebijakan yang mengungkit...
DOK MI

Kecelakaan Fatal Pesawat Indonesia di Bawah Rata-Rata Global

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 15 Januari 2021, 21:40 WIB
Kecelakaan fatal pesawat di Tanah Air sudah jarang terjadi lantaran banyak dilakukan perbaikan dari sisi regulasi dan pengawasan...
Antara/Aditya Pradana Putra

OJK: Covid-19 Buat Kredit Perbankan Minus 2,41% di 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 15 Januari 2021, 20:52 WIB
Menurutnya, perekonomian nasional pun terkontraksi cukup dalam, sehingga menekan kinerja sektor riil dan mengurangi pendapatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya