Senin 26 Oktober 2020, 05:25 WIB

LPEI Perbesar Porsi Pembiayaan Produk Halal

Mir/E-2 | Ekonomi
LPEI Perbesar Porsi Pembiayaan Produk Halal

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Langkah pemerintah meningkatkan ekspor produk halal.

 

LEMBAGA Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendukung penuh langkah pemerintah meningkatkan ekspor produk halal. Salah satunya dengan terus memperbesar porsi pembiayaan ekonomi syariah.

Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas menyampaikan, di dalam negeri saja, potensi pasar produk halal sangat terbuka lebar. Itu karena permintaan domestik sangat besar, mengingat Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Begitu pula dengan pasar luar negeri, terutama permintaan dari negara-negara mayoritas muslim di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Selatan yang terus tumbuh. Pada tiga kawasan pasar ekspor itu terdapat 10 produk makanan halal dengan total nilai potensi ekspor senilai US$229 Juta di 2020.

“Masih terbuka peluang pasar ekspor sebesar 61% atau senilai US$139 Juta,” ujar Daniel dalam siaran persnya, kemarin.

Dari nilai potensi perdagangan tersebut, Indonesia diproyeksikan baru memiliki market share sekitar 39%. Produk makanan halal yang berpotensi antara lain produk margarin, biskuit, olahan buah sayur, kopi, dan ekstrak makanan.

Karena itu, LPEI siap mendukung dengan bauran produk yang luas, baik dengan skema konvensional maupun syariah. Selain itu, LPEI juga melaksanakan penugasan khusus ekspor untuk segmen UKM yang berorientasi ekspor.

Di kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ventje Rahardjo menuturkan ekonomi dan keuangan syariah terus tumbuh positif yang diindikasikan oleh makin meluasnya layanan keuangan syariah dalam ekosistem digital. Terlebih, market place di Tanah Air telah membuka platform perdagangan daring berbasis ekonomi dan keuangan syariah.

“Dengan potensi pasarnya yang terbesar, pasar keuangan syariah juga akan tumbuh mengikuti perkembangan sektor riilnya, dan kalangan pengusaha akan meraih kesempatan yang muncul dengan advokasi pemerintah,” jelasnya.

Potensi itu, imbuh Ventje, dapat dioptimalkan dengan cara menarik investasi. Tentu penanaman modal itu harus juga selaras dengan prinsip syariah untuk mendorong industri halal substitusi impor. Sehingga, nantinya industri halal itu akan menjadi potensi baru dan meng­ubah orientasinya pada ekspor. (Mir/E-2)

Baca Juga

Ist

Insight Raih Dua Penghargaan Reksa Dana Syariah Terbaik

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Oktober 2021, 17:15 WIB
Setiap produk reksa dana Insight memiliki program tanggung jawab sosial korporasi (corporate sosial responsibility/CSR) yang beragam...
Antara

Menkeu: Dana Pemda yang Mengendap di Bank Capai Rp194 Triliun

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 25 Oktober 2021, 16:06 WIB
Kemenkeu mencatat per September 2021, dana pemda yang tersimpan di perbankan sebesar Rp194,12 triliun, atau lebih tinggi dari dua...
DOK KEMENTAN

HPS ke-41, FAO Apresiasi Capaian Pembagunan Pertanian di Masa Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Oktober 2021, 15:50 WIB
Mentan SYL mengapresiasi komitmen dan dukungan FAO, IFAD, WFP, dan mitra pembangunan lainnya yang membantu Indonesia mengurangi dampak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Proyek Strategis Terus Melaju

Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah extraordinary agar realisasi PSN dapat berjalan lebih maksimal.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya