Rabu 21 Oktober 2020, 19:07 WIB

Pelni Tambah Satu Kapal Tol Laut ke Morotai

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Pelni Tambah Satu Kapal Tol Laut ke Morotai

MI/M Iqbal Al Machmudi
.

 

TERHITUNG triwulan IV 2020, Kapal Motor (KM) Logistik Nusantara (Lognus) 6 milik PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni akan melayani Pulau Morotai sebagai rute tambahan dari rute awal. Penambahan armada tersebut dilakukan atas permintaan Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai.

Soalnya, terdapat potensi muatan balik yang tidak terangkut jika hanya dilayani satu kapal tol laut yang sebelumnya dilalukan KM Lognus 3. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Masrul Khalimi mengatakan bahwa Pemkab Pulau Morotai secara khusus menyurati Kementerian Perhubungan dan Pelni untuk meminta tambahan kapal tol laut.

Hal itu karena muatan balik dari Morotai yang semakin tinggi. Menjawab permintaan tersebut, mulai awal triwulan IV 2020, Kementerian Perhubungan melakukan perubahan untuk trayek T-10 dengan menambahkan Morotai sebagai tujuan KM Lognus 6.

"Sejak 2017, muatan kontainer dari dan menuju Morotai dilayani oleh KM Lognus 3. Namun setahun terakhir ini, potensi muatan balik dari Morotai terus bertambah sehingga tidak cukup terangkut oleh satu kapal saja. Banyak pengusaha lokal yang mengeluh, sehingga kami secepat mungkin berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menjawab kebutuhan ini," ujar Masrul di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (21/10).

Masrul tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulau Morotai bersama Komisaris Utama PT Pelni Ali Masykur Musa. Perubahan trayek T-10 yang dilayani KM Lognus 6 diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Nomor: KP. 644/DJPL/2020 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Keputusan Dirjen Hubla Tentang Jaringan Trayek Penyelenggaraan Angkutan Barang di Laut TA 2020.

Trayek

Perlu diketahui, trayek T-10 yang dilayani KM Lognus 6 melayari Tanjung Perak-Tidore-Galela -Buli-Maba-Weda-Tanjung Perak.

Pada triwulan IV 2020, KM Lognus 6 akan melanjutkan perjalanan dari Tidore menuju Morotai. KM Lognus 3 sudah melayari rute Morotai sejak 2017 sebagai trayek T-15 dengan rute Tanjung Perak-Makassar-Jailolo-Morotai-Tanjung Perak.

Pelni mencatat kinerja produksi KM Lognus 3 sepanjang tahun ini mengangkut sebanyak 739 TEUs untuk muatan berangkat dan 971 TEUs untuk muatan balik. KM Lognus 3 hanya memiliki kapasitas angkut sebesar 120 TEUs.

"Muatan balik KM Lognus 3 yang dari Morotai sendiri mencapai lebih dari 70 persen. Sisanya diisi oleh muatan balik dari Jailolo. Tahun ini muatan balik tertinggi dari Morotai dengan KM Lognus 3 terjadi pada Mei hingga Juli yang berturut-turut tercatat sebesar 94 TEUs, 207 TEUs, dan 86 TEUs. Padahal rata-rata muatan balik dari Morotai di 2020 selain tiga bulan tersebut hanya sebanyak 50 TEUs," ungkap Masrul.

Karena kapasitas angkut yang terbatas, Pelni pernah mendapati sebanyak 20 kontainer yang tidak dapat dimuat menggunakan KM Lognus 3. "Ini membuat pengusaha lokal terpaksa menunggu hingga dua minggu untuk menunggu jadwal kapal berikutnya. Jika dibiarkan terlalu lama, tentu akan mengganggu aktivitas usaha di Morotai" tutur Masrul.

Dengan masuknya KM Lognus 6 ke Morotai, Masrul meyakini dapat menjawab kebutuhan pengusaha lokal Morotai yang belakangan semakin bertumbuh. KM Lognus 6 memiliki kapasitas angkut untuk muatan terisi penuh mencapai 250 TEUs.

Olahan kayu kelapa

Untuk 2021, Pelni siap untuk tetap memasukkan Morotai ke trayek reguler KM Lognus 6. Catatannya, pemerintah kembali mempercayakan Pelni untuk melayani rute Morotai.

"Pertumbuhan muatan balik Morotai tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai yang konsisten mendukung pertumbuhan pelaku usaha lokal yang sebagian besar memproduksi olahan kayu kelapa maupun turunannya seperti kopra. Karena itu kami selalu siap untuk mendukung Morotai dengan menyediakan angkutan barang yang handal dan terjadwal demi memberikan kepastian berusaha," pungkas Masrul.

Pelni sebagai badan usaha milik negara bergerak pada bidang transportasi laut. Hingga saat ini, perusahaan mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas.

Selain angkutan penumpang, Pelni juga mengoperasikan 45 trayek kapal perintis untuk melayani mobilitas penduduk di daerah T3P dengan total 275 pelabuhan dan 3.739 ruas. Pelni juga mengoperasikan 20 kapal rede, 4 kapal barang, 7 kapal tol laut, dan 1 kapal khusus ternak. (OL-14)

Baca Juga

Antara/Kornelis Kaha

Truk ODOL Tambah Beban Biaya Pemeliharaan Jalan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:01 WIB
Keberadaan truk over dimension over load (ODOL) juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Pemerintah pun menargetkan Indonesia zero...
ANTARA/Puspa Perwitasari

Penanganan Pandemi & Pemulihan Ekonomi Mulai Menunjukkan Hasil

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:00 WIB
Sinyal positif sudah kita lihat. Laporan per hari ini, kasus aktif covid-19 di Indonesia lebih rendah dari rata-rata...
MI/Susanto

BI: Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 13:46 WIB
Tekanan nilai tukar rupiah dari dolar AS juga menurun dengan proyeksi indeks dolar AS menjadi 89,4 di 2021 dari sebelumnya 92,4 per...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya