Rabu 21 Oktober 2020, 05:40 WIB

Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

Ham/E-3 | Ekonomi
Pemerintah Lirik Sagu untuk Sumber Pangan

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Pekerja mengumpulkan endapan tepung sagu saat proses pengeringan di salah satu tempat pengolahan di Desa Pasi Aceh Tunong, Meureubo, Aceh.

 

PEMERINTAH berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas sumber pangan. Selain beras, sagu menjadi salah satu komoditas yang kini dikembangkan untuk menuju ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Komitmen pemerintah cukup tinggi untuk mengembangkan sagu, baik di hulu sampai hilir,” tutur Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam peluncuran Pekan Sagu Nusantara (PSN), kemarin.

Agus mengatakan luas lahan sagu di Tanah Air saat ini mencapai 5,5 juta hektare. Namun, yang baru bisa menghasilkan hanya 314 ribu hektare. Dari jumlah lahan sagu yang menghasilkan itu, 96% dikelola perkebunan rakyat, dengan kualitas produksi masih rendah.

Namun, kata Agus, Indonesia bukan satu-satunya negara yang memiliki dan memproduksi sagu. Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Papua Nugini, dan Filipina juga memproduksi komoditas tersebut, tapi dengan luas lahan dan potensi yang dimiliki tidak sebesar Indonesia.

“Ini menggelitik, karena kita harus hati-hati. Jangan sampai sebetulnya lahan sagu yang ada di Indonesia segitu luas sampai jutaan hektare, tapi nanti pengembangan sagu dan industri sagu hilir atau downstream, jangan sampai negara-negara tersebut lebih maju dari Indonesia,” kata dia.

Agus menambahkan, pengembangan sagu dapat mendorong tujuan Indonesia menjaga ketahanan pangan. Apalagi di tengah pandemi covid-19, yang juga berpotensi terdampak lantaran laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan sistem pangan dan pertanian global masih berada dalam kondisi rapuh.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Momon Rusmono mengatakan pemerintah terus mengembangkan diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan komoditas sagu. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional tidak melulu bergantung pada komoditas beras dan jagung.

“Kalau berbicara ketahanan pangan, tidak hanya berorientasi pada beras dan jagung. Oleh karena itu, pemerintah juga mengembangkan diversifikasi pangan berbasis pangan lokal, salah satunya ialah sagu,” tutur dia.

Sagu, imbuh Momon, merupakan sumber karbohidrat dan kalori, tapi memiliki kadar gula yang rendah. Dengan begitu, sagu menjadi salah satu pangan sehat yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. (Ham/E-3)

Baca Juga

Ist

Manufacturing Indonesia Gairahkan Kembali Industri Manufaktur

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:55 WIB
Program hybrid Pamerindo diimplementasikan melalui platform Business Meeting dan Digital Showroom yang didukung smart environment...
Ist

Strategi Produsen Baja Ringan Bertahan di Masa Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 22:15 WIB
Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, pelaku usaha konstruksi juga harus jeli melihat...
Ist

Mentan Syahrul Pantau Aktivitas Jual Beli Pasar Ternak Tallunglipu

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:00 WIB
Menurut Mentan, Pasar Tallunglipu bisa dikembangkan lebih modern dengan konsep pasar lokal yang terintegrasi dengan pembibitan dan budi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya