Selasa 20 Oktober 2020, 03:05 WIB

Jurus Kementan Menjaga Ketahanan Pangan

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Jurus Kementan Menjaga Ketahanan Pangan

MI/Rendy Ferdiansyah
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi sektor pertanian di tengah pandemi covid-19 saat ini ialah menjaga ketersediaan pangan. Indonesia harus bisa menjaga ketahanan pangan lantaran resesi ekonomi yang ditimbulkan pandemi tersebut membuat jutaan warga dunia kelaparan.

Mentan SYL mengatakan, untuk menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat di tengah pandemi ini, Kementan telah mengembangkan seperangkat kebijakan yang disebut dengan 4 Cara Bertindak.

“Pertama, meningkatkan kapasitas produksi melalui percepatan tanam padi, konversi lahan suboptimal menjadi lahan pertanian, dan perluasan area kawasan budi daya baru untuk komoditas strategis,” kata Mentan, beberapa waktu lalu.

Kedua, melakukan diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan pekarangan dan lahan marginal.

Ketiga, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik melalui pengembangan cadangan pangan di tingkat provinsi dan masyarakat dan meningkatkan sistem logistik pangan nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga.

Keempat, pengembangan pertanian modern melalui promosi mekanisasi pertanian, smart farming, pemanfaatan screen house, food estate dan korporasi petani.

Mentan menambahkan, Indonesia juga terus mendorong pemanfaatan teknologi digital dan inovasi sebagai komponen penting dalam mewujudkan sistem pangan berkelanjutan, inklusif, dan tangguh, di tengah guncangan akibat pandemi covid-19.

Salah satu program yang bakal menjadi andalan Kementan untuk menjaga ketahanan pangan tersebut ialah program lumbung pangan atau food estate. Program itu mengembangkan lahan rawa menjadi lahan produktif. Lokasinya berada di Belanti Siam, Pandih Batu, dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Kementan menyebutkan, selain padi rawa, produk food estate mencakup hortikultura, peternakan, dan perikanan. Dengan memiliki luas potensial 164,6 ribu hektare, food estate mengembangkan pendekatan pertanian dari hulu hingga hilir.

“Food estate akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Kalteng, bahkan Indonesia. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Intinya, food estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional,” terang SYL.

Produktivitas lahan pertanian padi pada area food estate yang dikembangkan pemerintah di Kalimantan Tengah diperkirakan mencapai 6 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. (Ins/E-3)

Baca Juga

Ist/Kementan

Pacu Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Lumbung Pangan Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 11:59 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) kian memperkuat peran lumbung pangan masyarakat desa yang dinilai saat ini menjadi sangat...
Ist

Presdir OVO dan Pendiri Bareksa Terima Penghargaan dari OJK

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 11:30 WIB
OJK memberikan penghargaan kepada Presiden Direktur OVO dan Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra sebagai Tokoh Penggerak...
Ist

Kelola Aset, Taspen Percayakan pada Kustodian BNI

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 11:18 WIB
Sebelumnya, BNI dan Taspen telah bekerja sama dalam hal pembayaran uang pensiun yang masih berjalan dengan baik sampai dengan saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya