Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG), Bank Indonesia (BI) diminta tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 4,00%.
Pengamat Ekonomi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia Teuku Riefky menilai Bank Sentral perlu mempertahankan kebijakan makroprudensial untuk mengelola stabilitas sektor keuangan. Mengingat, ketidakpastian domestik dan global terus meningkat.
"Saat masyarakat masih belum yakin pemerintah sudah melakukan upaya penanganan krisis kesehatan secara baik, munculnya isu lain seperti penolakan terhadap RUU Cipta Kerja. Serta, implementasi yang buruk dari penerapan kembali PSBB di Jakarta, semakin memperkeruh ketidakpastian," ujar Riefky dalam risetnya, Senin (12/10).
Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan
Alhasil, lanjut dia, nilai tukar rupiah bergejolak sejak pertengahan September. Dia memandang tidak ada tanda pemulihan ekonomi dalam waktu dekat yang dapat meredam permintaan agregat. Seiring kelompok masyarakat menengah ke atas menahan pengeluaran. Pun, dunia usaha juga menahan kapasitas produksi di level minimum.
"Pelonggaran kebijakan moneter saat ini tidak akan terlalu mendorong bertumbuhnya aktivitas ekonomi. Justru akan menambah risiko peningkatan tekanan terhadap depresiasi nilai tukar rupiah dan arus modal keluar," pungkas Riefky.(OL-11)
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang mengamini keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI di 4,75%
BANK Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate hari ini 17 Maret 2026 sebesar 4,75 persen untuk memperkuat rupiah
Sejumlah ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI-Rate di level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2026.
Penukarkan Uang Baru Melalui Mobil Keliling Bank Indonesia
BRI menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Lebaran 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, pengendalian nilai tukar rupiah dari dolar Amerika Serikat masih dapat dilakukan dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved