Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan transaksi keuangan secara digital lebih dari 5 menit. Sehingga, terhindar dari cyber attack melalui mekanisme Internet of Things (IoT).
Internet of Things merupakan peretas dengan kemampuan transfer data melalui jaringan, tanpa memerlukan interaksi antar manusia.
Baca juga: BI: 3,6 Juta Pelaku UMKM Sudah Gunakan QRIS
"Jangan lebih dari 5 menit, karena bisa diambil alih peretas. Jika membutuhkan waktu lebih, sebaiknya log out dulu baru log in kembali," ujar Direktur Inovasi Keuangan Digital OJK Dino Milano dalam seminar virtual, Kamis (8/10).
Selain itu, keamanan digital juga bisa ditembus dengan malware, yang konteksnya menyusup dan merusak sistem. Pun, ada misdelivery, yakni peretas membelokan transaksi korban, sehingga terjadi kerugian.
Menurut Dino, peretas cenderung menyerang data pribadi, data kesehatan dan data finansial, berikut data yang jarang digunakan.
"Faktor terjadinya cyber attack ini ada 28% internal fraud. Paling besar ialah third parties. Jadi, orang yang benar-benar berhubugan dengan internet,” pungkas Dino.
Baca juga: Ada Pandemi, Transaksi Digital di BCA Melonjak
Keamanan sektor digital harus diprioritaskan untuk menjaga data pribadi dari cyber attack. Apalagi, semakin banyak masyarakat yang melakukan transaksi keuangan melalui ponsel.
Selama pandemi covid-19, pertumbuhan pengguna transaksi digital mencapai 25 juta user. "Pada 2019 sekitar 150 juta user. Sekarang mencapai 175 juta user dari 272 juta populasi Indonesia. Sangat besar ketergantungan orang terhadap platform berbasis internet," tutupnya.(OL-11)

Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
INDUSTRI kripto di Indonesia terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif.
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Operator seluler tidak hanya bertarung melawan ancaman siber konvensional, tetapi juga mulai menghadapi risiko operasional baru akibat adopsi teknologi mutakhir.
Inggris berupaya memperkuat hubungan dagang sekaligus berbagi pengalaman dan teknologi keamanan siber guna mendukung transformasi digital Indonesia.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Para taruna-taruni sebagai calon insan siber masa depan didorong untuk memahami pentingnya integritas dan tanggung jawab publik
Penguatan teknologi AI dan cyber defense ini tidak hanya penting dalam konteks pertahanan militer, tapi juga mendukung ketahanan pangan
Percakapan aktivis atau pegiat media sosial seperti Ferry Irwandi bukan tugas dan fungsi pokok dari TNI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved