Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pemasaran Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandy menilai kendaraan listrik semakin diminati masyarakat dari tahun ke tahun. Itu dibuktikan dengan permintaan salah satu kendaraan nonpolusi milik Toyota, yakni Prius.
“Waktu awal-awal kita meluncurkan Prius, sekitar 10 tahun yang lalu, permintaannya kecil sekali ya. Bahkan single digit atau double digit. Tapi sejak beberapa tahun belakangan ini demand-nya juga semakin meningkat,” ujar Anton saat Workshop Wartawan Industri 2020 yang digelar Astra secara virtual, kemarin.
Contoh lain, lanjut Anton, pada penjualan Toyota Camry sesaat setelah diluncurkan, porsi permintaan jenis hibrida meningkat 15%-20% dari total penjualan. Hal yang sama terjadi pada produk Toyota CHR dan Toyota Corolla Cross, dengan 70% dari total SPK-nya merupakan permintaan untuk jenis hibrida.
“Jadi, kalau SPK-nya 300 unit di bulan pertama peluncuran, kira-kira 200 unit dari SPK itu adalah hybrid. Bisa dibayangkan sampai Agustus kita sudah menjual 3.000 unit mobil electric termasuk hybrid. Kalau Corolla Cross itu, satu bulan saja sudah 200. Jadi, setahunnya bisa dikali 12, mencapai 2.000-an unit. Dalam waktu hampir setahun itu penjualannya bisa mirip penjualan hybrid selama 10 tahun belakangan ini,” jelas Anton.
Dengan demikian, Anton menyebut fenomena penjualan mobil listrik cukup luar biasa di Indonesia, terlebih di tengah pandemi covid-19 yang sedang melanda. Anton meyakini jika pada kondisi normal, angka penjualan mobil listrik pasti akan lebih tinggi daripada saat ini.
Di sisi lain, Anton menambahkan, Toyota mencatatkan peningkatan prospek digital di tengah pandemi covid-19. Menurutnya, sebelum pandemi prospek digital sebesar 15% hingga 20%. “Sekarang bertambah menjadi 40%-50% prospek. Prospek ini artinya customer berniat membeli mobil. Dari situ di-follow up. Jadi, banyak minat pembeli melalui digital,” ujar Anton. (Ins/Ant/E-3)
MASYARAKAT luas diajak untuk berperan aktif mendukung akselerasi penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai solusi mobilitas bersih yang berkelanjutan.
Tim peneliti Swiss berhasil menciptakan baterai solid-state yang lebih aman dan tahan lama. Temukan bagaimana teknologi ini mencegah korsleting pada mobil listrik.
Asuransi ini menyasar kendaraan listrik sesuai Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI).
Peralihan ke transportasi berbasis listrik memberi ruang lebih besar bagi pemerintah untuk mengendalikan tekanan fiskal, sekaligus mendukung agenda transisi energi.
Penjualan kendaraan elektrik di Indonesia pada 2025 melonjak pesat mencapai 175.144 unit, naik signifikan dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar 103.228 unit.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved