Sabtu 22 Agustus 2020, 22:55 WIB

Gunungkidul Optimis Produksi Ubi Kayu Mampu Capai Target

mediaindonesia.com | Ekonomi
Gunungkidul Optimis Produksi Ubi Kayu Mampu Capai Target

Ist/Kementan
Safari ubinan panen ubi kayu di beberapa kapanewon  yang dilakukan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, DIY.

 

SESUAI dengan simbol daerah Kabupaten Gunung Kidul terdapat lambang tanaman ubi kayu yang menjelaskan bahwa sebagian besar lahan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memproduksi ubi kayu. Terbukti pada tahun 2020 produksi ubi kayu Gunungkidul melimpah.

Hal tersebut terlihat dari safari ubinan panen ubi kayu di beberapa kapanewon  yang dilakukan jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, DIY dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto.

Ubinan panen ubi kayu di Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Rejeki, Dusun Jetis, Kelurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul, DIY,  dilanjutkan panen simbolis ubi kayu bersama-sama. Hasil ubinan panen ubi kayu menunjukkan hasil 16,3 kg/ubin atau setara 26,2 ton/ha.

Zon Kelvin, Ketua Poktan Ngudi Rejeki, melaporkan bahwa luas lahan di Jetis meliputi sawah tadah hujan 6 hektare (ha) dan lahan kering 30 ha dengan pola tanam padi—padi-- palawija di lahan sawah, dan padi—palawija--palawija di lahan kering.

“Kami berharap poktan bisa dapat  bantuan alat dan mesin untuk pertanian dari Dinas,” ujar Zon.

Dari hasil ubinan tercatat padi panen 34 ha dengan produktivitas 55,75 ku/Ha GKG dan produksi 191 ton, Jagung panen 35 ha produksi 178,8 ton dengan provitas 50,8 ku/ha. Kacang tanah panen 60 ha produksi 76,13 ton provitas 12,2 ku/ha. Ubi Kayu panen 37,8 ha dengan provitas 26,2 ton/ha dan produksi 990,36 ton. 

Di tempat sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Bambang Gunung Kidul, Wisnu Broto, menjelaskan ubinan panen ubi kayu di Poktan Ngudi Rejeki, Jetis, Karangmojo hasilnya sangat menggembirakan. Rata rata produksi yang dihasilkan meningkat jika dibanding dengan tahun lalu.

Seperti halnya di poktan Ngudi Tani, Pendem, sumberejo, Semin produktivitas ubi kayu Klentheng mencapai 27,6 ton/ha dan ubi kayu Mandarin/Lampung mencapai 24,8 ton/ha. Selanjutnya di poktan Sedyo Maju dusun Nangsri Lor, Candirejo Semanu panen ubi kayu varitas Gajah dengan provitas didapat 37 ton/ha. 

Kemudian di poktan Ngudi Makmur, Keruk III, Banjarejo, Tanjungsari  panen ubi kayu varitas lokal Gatotkaca dengan provitas 43,6 ton/ha , ubi kayu Malang 6 dengan provitas 28,1 ton/ha, ubi kayu Dworowati provitas 38,4 ton/ha. Serta di poktan Lestari Makmur, Kotekan, Purwadadi Tepus ubi kayu Dworowati menghasilkan provitas 26,08 ton/ha dan ubi kayu Pandesi dengan provitas 28,48 ton/ha.

Dengan hasil ubinan di beberapa kapanewon di atas 20 ton/ha umbi basah , dirinya optimis dengan luas panen sekitar 456.816 ha akan dicapai produksi ubi kayu Gunungkidul menyentuh 900.000 ton ubi kayu basah, bahkan mungkin bisa mencapai 1 juta ton seperti di tahun 2016. Dengan harga di pasaran mencapai Rp 1.000,- per kg umbi basah maka sumbangan  produksi ubi kayu pada PDRB Gunungkidul sangat berarti.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyambut baik langkah yang dilakukan Kabupaten Gunungkidul. “Ubikayu adalah salah satu pangan lokal yang digalakkan Pak Menteri Syahrul Yasin Limpo sebagai pengganti nasi,” ujarnya.

Ada enam komoditas yang diarahkan mengganti nasi seperti singkong, pisang, sagu, kentang, talas dan jagung.  Di dalam 120 gram singkong memiliki kandungan karbohidrat yang setara dengan seporsi nasi.

Menurut Suwandi, hal yang perlu dikembangkan lagi adalah memberikan nilai tambah bagi produk ubikayu.

“Singkong ini bisa diolah menjadi macam-macam bentuk mulai dari kripik, tepung tapioka maupun mocaf, ini peluangnya untuk industri sangat luas. Yang terpenting sediakan bahan baku yang bisa memenuhi pasar secara kontinu, bangun industri pengolahan dan bentuk menjadi korporasi,” ujarnya. 

Sudah banyak wilayah yang mampu mengembangkan ubikayu menjadi kawasan hulu sampai hilir seperti di Provinsi Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, maupun Banjarnegara, Jawa Tengah. Suwandi pun berharap hal ini bisa direplikasi di wilayah lain termasuk di Kabupaten Gunungkidul ini. (OL-09)
 

Baca Juga

Ist/Bea Cukai

Ini Cara Bea Cukai Dukung UMKM Naik Kelas Melalui Pasar Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 12:19 WIB
Bea Cukai bersinergi dengan berbagai instansi dan lembaga membangun pemberdayaan UMKM dalam mendorong ekspor produk dalam...
Ist/Bea Cukai

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Kenalkan Ciri-Cirinya kepada Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 12:03 WIB
Salah satu upaya yang dilaksanakan Bea Cukai dalam menekan peredaran rokok ilegal ialah melalui kegiatan...
MI/Haryanto Mega

Perlu Transparansi dalam Penetapan Harga Jual Pertalite

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 17 Mei 2022, 11:52 WIB
Penggunaan formula yang tepat akan menghasilkan harga JBBKP yang sesuai dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya