Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Mentan Serukan Peningkatan Ekspor Hasil Pertanian

(Iam/E-3)
21/8/2020 05:50
Mentan Serukan Peningkatan Ekspor Hasil Pertanian
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (kiri) melihat coklat hasil olahan industri pengolahan kakao kelompok tani Mulyo Jati(ANTARA FOTO/Syaiful Arif/aww.)

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong agar ekspor pertanian dapat ditingkatkan lewat produk pertanian yang dihasilkan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi dalam pemulihan ekonomi nasional.

Peningkatan ekspor perta-nian juga penting lantaran nilai ekspor pertanian tidak terlalu terdampak oleh adanya pandemi covid-19.“Ekspor pertanian tidak pernah turun, ekspor kita naik 12,6%.

Dari data BPS juga menyebutkan naik 15,4% dan terakhir ini naik 20%. Ini pertanda pertanian tetap bisa ber-jalan di tengah pandemi ini,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat Pencanangan Gerakan Diversifikasi Pangan serentak secara nasional di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Rabu (19/8).

Laki-laki yang akrab disapa SYL itu menyebutkan akan terus mendorong produk pertanian untuk diekspor. Selain produk pertanian, SYL juga menyatakan akan terus mendorong makanan olahan kemasan produk UMKM.

“Para gubernur semua yang UMKM di daerahnya bisa laku-kan ekspor, maka didorong terus melalui ekonomi, pertanian, perdagangan UMKM yang layak diekspor dorong,” tegas dia

Mentan Syahrul mengatakan agar produk UMKM dapat dieks-por ke mancanegara, Kementan telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk penguatan ekspor khusus produk pertanian.

“Saya sudah bekerja sama de-ngan Kementerian Luar Negeri supaya produk UMKM yang non-beras yang layak akan kita dorong ekspor,” kata Mentan.

Ia juga selalu menekankan bahwa sektor pertanian menjadi solusi pasti dalam meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19. Hal itu ka-rena kebutuhan pangan dunia menuntut produksi pertanian terus berjalan.

Pada kesempatan itu, Guber-nur Jawa Timur Khofi fah Indar Parawansa turut hadir melalui konferensi virtual. Ia pun men-dukung gerakan diversifikasi pangan secara menyeluruh. Du-kungan itu salah satunya dengan menggerakkan petani di Jawa Timur untuk menanam pangan lokal yang memiliki nilai jual.

Menurut Khofifah, Indonesia sudah saatnya mengubah pan-dangan masyarakat terhadap pangan lokal yang dinilai tidak menguntungkan.“Sekitar 97% masyarakat Jawa timur makanan pokoknya masih nasi, kalau makan selain nasi, ma-syarakat dinilai belum sejahtera. Perspektif seperti ini yang harus diubah seolah-olah kalau belum makan nasi, standar kesejahtera-an kita belum tercapai,” kata Khofi fah. (Iam/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya