Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai pemberian insentif tarif listrik oleh pemerintah belum mencukupi untuk dapat mengungkit daya beli masyarakat.
"Hal ini dikarenakan insentif tarif listrik tidak disertai dengan kebijakan penurunan harga bahan bakar Mmnyak (BBM). Beberapa studi membuktikan bahwa penurunan tarif listrik dan harga BBM secara stimulan dapat menaikkan daya beli masyarakat yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," jelas Fahmy melalui keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Pemerintah secara resmi telah memperpanjang diskon tarif listrik rumah tangga golongan subsidi berdaya 450 VA dan 900 VA sampai dengan Desember 2020, yang sebelumnya dilakukan sejak April 2020.
Selain itu, Fahmy juga menilai upaya peningkatan pendapatan masyarakat yang dilakukan dengan menggelontor dana pada berbagai bidang dalam jumlah yang besar melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ternyata tidak mampu untuk mengungkit daya beli masyarakat.
"Penganggaran dana PEN itu ternyata tidak mampu untuk mengungkit daya beli masyarakat. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2020 yang mencapai minus 5,32% merupakan salah satu indikator bahwa realisasi anggaran PEN belum mampu mengungkit daya beli masyarakat," kata Fahmy.
Penyaluran program PEN sendiri terbilang masih rendah. Dari total anggaran PEN sebesar Rp695,2 triliun baru terealisasi sekitar 21,8%.
"Untuk menyelamatkan resesi ekonomi Indonesia akibat pandemi covid-19, Pemerintah harus berupaya lebih keras lagi untuk mengungkit daya beli masyarakat agar memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi," pungkasnya. (E-3)
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jemaah haji memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara."
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved