Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Ekonom dan Pendiri Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Hendri Saparini, mengatakan perlunya pemerintah melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyediakan bantuan sosial (bansos) ke masyarakat.
"Misalnya bantuan paket sembako untuk masyarakat bisa berasal dari produk lokal maka akan muncul makanan dari UMKM yang dibeli oleh pemerintah untuk sembako. Jadi UMKM ini bukan hanya dikasih bantuan untuk terus hidup tapi diberikan ruang untuk turut menyediakan sembako bagi masyaraat kurang mampu," kata Hendri saat webinar Meramu Resep Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi dari Forum Diskusi Denpasar 12, Kamis (13/8).
Selain itu untuk meningkatkan daya beli rumah tangga terutama untuk masyarakat ekonomi rendah, tidak bisa mengandalkan bantuan langsung tunai (BLT) saja, melainkan juga harus ada lapangan pekerjaan sehingga daya beli terus berjalan.
Menurut Hendri, yang harus dilakukan oleh pemerintah membuat kebijakan yang komprehensif. Misalnya, jika ingin fokus dan memprioritaskan sektor pertanian, bisa membuat kebijakan pertanian dan perdagangan sehingga memaksimalkan sektor tersebut.
Selain itu pertumbuhan PDB kuartal II 2020 yang minus 5,32% yoy akibat wabah covid-19 tidak perlu dikhawatrikan karena tantangan dan peluang yang dihadapi setiap negara berbeda-beda.
"Karena pertumbuhan perekonomian yang negatif di tengah wabah merupakan hal biasa. Yang perlu dipikirkan ialah punya peluang apa untuk mengoptimalkan sehingga pertimbuhan yang negatif tidak semakin dalam," jelasnya.
"Semestinya tidak perlu khawatir karena Indonesia memiliki market, contohnya seperti Tiongkok yang selesai lockdown langsung melakukan ekspor bahan baku dan mengandalkan market lainnya. Tidak seperti Singapura yang ruang geraknya terlalu sempit sehingga terkontraksi atau minus 13,2% yoy," tambahnya.
Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Berly Martawardaya, mengatakan adanya penurunan PDB tidak perlu dikhawatirkan karena alasannya jelas, pandemi.
Namun, Indonesia masih memiliki sumber daya manusia (SDM), pabrik, dan lainnya. Jika pandemi berakhir, perekonomian akan beranjak normal.
"Yang justru saya khawatirkan adalah pemerintah terlalu khawatir dengan label resesi. Secara angka, perekonomian Indonesia pernah sampai -13% pada tahun 1999 kita berhasil survive. Yang menjadi salah ketika respons dari pemerintah salah yang akan berdmpak pada ekonomi, kesehatan, dan aspek lainnya," pungkasnya. (E-3)
100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026.
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menggerakkan 58 ribu UMKM di daerah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved