Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan pada Januari tahun depan vaksin covid-19 akan tersedia untuk masyarakat luas. Dana yang digelontorkan oleh pemerintah mencapai Rp5 triliun dan menjadi Rp50 triliun pada 2021 mendatang.
"Pengadaan vaksin sudah dilakukan uji klinis fase III oleh 1.600 spesimen. Pemerintah meneyediakan sekitar 30-40 juta dosis vaksin di Bio Farma yang pendanaannya sebesar Rp5 triliun dan mungkin tahun depan bisa disiapkan Rp40 triliun sampai Rp50 triliun," kata Airlangga saat Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Rabu (12/8).
Baca juga: Unpad: Kalau Berhasil, Vaksin Covid-19 Efektif selama 9 Bulan
Uji klinis fase 3 yang diadakan oleh PT Bio Farma dan Sinovach Biotech akan rampung pada Juli nanti, dan mulai diproduksi sekitar 10 juta dosis pada Oktober 2020 dan mencapai 40 juta dosis sampai akhir tahun. Hingga mencapai produksi 120 juta selama 1 tahun.
Sementara itu, uji vaksin juga dilakukan PT Kalbe Farma dengan perusahaan asal Korea Selatan Genexine Consartium. Uji fase III ini membutuhkan waktu lama mulai dari September 2020 hingga Maret 2021.
"Uji klinis 1 baru dilakukan pada 1 Juni 2020 kapasitas produksi vaksin hanya 50 juta per tahun," ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Prioritas 2020-2021 segi kesehatan menjadi prioritas utama dari segi kegiatan dan segi anggaran. Selain itu, bantuan sosial, kegiatan padat karya, relaksasi aturan akan menjadi prioritas juga pada 2020-2021.
"Yang diutamakan bukan kepulihan ekonomi saja tapi ekonomi yang bertransformasi. Sehingga akan terjadi loncatan kegiatan ekonomi akan didorong sehingga bangkit tahun ke tahun" pungkasnya. (Iam/A-1)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved