Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (12/8) ini. Penguatan indeks sebesar 0,83% atau 43,2 poin menuju 5233 poin.
Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji, menilai penyebab penguatan IHSG bersumber dari perkembangan uji vaksin covid-19 yang menunjukkan kemajuan.
Namun, IHSG sempat dibuka melemah pada pagi ini. Pergerakan saham kembali menguat hingga sesi penutupan. Adapun penguatan saham ini dengan frekuensi transaksi 853,345 dan volume 11,7 miliar.
Baca juga: Pemerintah Prediksi Ekonomi Kuartal IV Kembali Positif
Total saham yang diperdagangkan sebesar 6086 triliun. Sekitar 171 saham terpantau naik, 241 saham mengalami penurunan dan 169 saham tidak bergerak. Hal serupa menimpa kumpulan 45 saham unggulan (LQ45) yang bertengger di zona hijau.
“Penyebab penguatan IHSG hari ini karena perkembangan uji vaksin covid-19 yang semakin cepat,” ujar Nafan saat dihubungi, Rabu (12/8).
Penyebab lainnya ialah pasar melihat keseriusan pemerintah dalam memulihkan ekonomi domestik. Menurutnya, pemerintah berkomitmen kuat untuk menjalankan setiap program yang menjadi bagian pemulihan ekonomi.
Baca juga: Ada Ancaman Resesi, BEI Ingatkan Investor Lebih Waspada
“Komitmen pemerintah dalam rangka menjalankan program pemulihan ekonomi nasional juga menjadi sentimen positif,” imbuh Nafan.
Adapun top gainers hari ini, yaitu saham Bank BNI (BBNI) dengan kenaikan 7,22% dengan harga per saham Rp 5.125. Saham Bank BRI (BBRI) naik 5,02% dengan harga per saham Rp 3.350. Kemudian, saham Bank BTN (BBTN) naik 3,9% dengan harga per saham Rp 1.465.
Sementara itu, top losers hari ini ialah saham Merdeka Copper Gold (MDKA) yang turun 5,4%, dengan harga per saham Rp 1.810. Saham Indofarma (INAF) turun 4,72% dengan harga per saham Rp 3.230. Kemudian, saham Aneka Tambang (ANTM) turun 3,75% dengan harga per saham Rp 770.(OL-11)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved