Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI gula di Indonesia memiliki sejarah panjang dan bahkan Indonesia pernah menjadi produsen gula terbesar di dunia. Tanaman gula atau tebu itu mulai dikenal secara luas sebagai korporasi di Indonesia sejak 1830 ketika berakhir Perang Jawa atau Perang Diponegoro pada 1825-1830.
"Maka saat itu pemerintah (penjajahan Belanda) menggagas satu hal untuk meningkatkan penerimaan negara, dan saat itu mereka membuka instansi namanya jasa tanam paksa. Nah itu komoditi yang paling besar dikembangkan adalah gula," papar Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani di Jakarta, Rabu (5/8).
Sampai 1870, lanjut Ghani, pemerintah Belanda mengeluarkan undang-undang tentang pergulaan di mana investor bisa mengusahakan tanaman gula bekerja sama dengan masyarakat dengan sistem kelembagaan.
Ghani menuturkan bahwa dalam sejarahnya, di pulau Jawa saat itu terdapat 187 pabrik gula. Sementara saat ini, pabrik gula yang tersisa di PTPN hanya tinggal 43.
"Sejarahnya pada 1930 produksi gula terbesar di dunia itu ada di Jawa sebanyak 3,5 juta ton. Nah sekarang berdasarkan perkembangannya tahun lalu atau 2019, Indonesia hanya menghasilkan 2,2 juta ton. Sementara negara-negara yang dulunya dipandang sebelah mata seperti India itu berhasil memproduksi 33 juta ton dan Brazil 30 juta ton," ujar Ghani. (e-3)
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat.
Peran BPDP tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana, tetapi juga mencakup investasi pada pembangunan pengetahuan masyarakat.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved