Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minus 5,32% di triwulan II 2020 masih lebih baik bila dibanding dengan negara setingkat (peer country).
"Kalau kita lihat dari data, pertumbuhan Indonesia di triwulan II memang -5,32%. Dan kalau dibandingkan negara lain misalnya Amerika Serikat sendiri di triwulan II -9,5%. Tiongkok sudah positif tapi di triwulan I dia -6,8%. Negara-negara Eropa turun lebih dalam lagi. Dari -3,1% di triwulan I menjadi -15 di triwulan II. Perancis -19%, Sinagpura -12% bahkan Meksiko -18,9%," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/8).
Berdasarkan hal itu, lanjutnya, di antara peer country pertumbuhan ekonomi Indonesia yang negatif tidak sedalam yang lain.
"Jadi pertaruhannya bagaimana kita di triwulan III terjadi recovery atau pembalikkan karena ini adalah survei bulan April Mei dan Juni. Memang pada Maret dan April adalah puncak dari pandemi covid terutama dari segi perekonomian," tandasnya.
Airlangga menambahkan, pemerintah telah melihat tanda-tanda pemulihan ekonomi dari pembalikkan pada tingkat Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia. Setelah berada pada titkk terendahnya pada Maret 2020 di level 27,5, mulai ada perbaikan sejak Mei 2020 hingga akhirnya pada Juli telah menyentuh level 46,9.
"Jadi terjadi V curve di manufaktur. Ini menandakan demand baik dari dalam negeri maupun ekspor sudah mulai muncul. Ini momentum harus kita jaga," pungkas Airlangga. (Mir)
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
OJK menyebut berdasarkan dari International Data Center Authority (IDCA) ekonomi digital telah berkontribusi lebih dari 15% terhadap PDB global di 2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved