Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendampingi PT Bukaka Teknik Utama Tbk untuk melepas ekspor 33 garbarata ke Thailand. Menurut Agus, ekspor produk garbarata itu membuktikan aktivitas industri di dalam negeri masih bergairah di tengah tekanan dampak pandemi covid-19.
“Bukaka telah memproduksi 904 unit garbarata, dan pelepasan ekspor kali ini merupakan bagian dari kontrak 33 unit garbarata dengan M-Solutions Co, Ltd-Airport of Thailand yang telah dilakukan pada 2019,” papar Agus melalui keterangan resmi, kemarin.
Kemenperin, sambungnya, akan terus mendukung Bukaka dan seluruh industri dalam negeri untuk semakin maju berkembang sehingga lebih berdaya saing di tingkat regional dan global. Sebagai informasi, Bukaka merupakan per usahaan konstruksi yang menghasilkan garbarata, jembatan, dan infrastruktur lain penunjang pertambangan.
“Bukaka telah berdiri sejak tahun 1978 dan terus berkontribusi nyata dalam pembangunan industri dan pembangunan ekonomi nasional,” ungkap Agus.
Selain itu, Bukaka dinilai terus melakukan pengembangan dan perbaikan sehingga mampu berkontribusi di banyak sektor seperti otomotif, alat dan mesin pertanian (alsintan), energi, ketenagalistrikan, konstruksi, serta infrastruktur.
Adapun garbarata merupakan salah satu produk unggulan ekspor Bukaka dengan tujuan utama antara lain Jepang, India, dan Thailand. Bukaka menjadi satu-satunya produsen garbarata yang ada di Indonesia dan termasuk lima produsen terbesar garbarata di dunia.
Saat ini, seluruh boarding bridge bandara yang berada di bawah supervisi PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II merupakan hasil produksi Bukaka.
Agus juga menegaskan, pemerintah telah menggulirkan upaya-upaya perlindungan sektor industri dalam negeri. Insentif baru yang diusulkan Kemenperin seperti fasilitas keringanan biaya listrik telah disetujui. (Hld/E-3)
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved