Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI investasi di Jawa Barat selama pandemi covid-19 mencapai sekitar Rp57 triliun. Nilainya terbilang melebihi yang ditargetkan sebelumnya sekitar Rp50 triliun.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengaku tak menyangka ternyata iklim investasi di Jawa Barat selama pandemi covid-19 ternyata meningkat. Artinya, kondisi pandemi tidak terlalu berpengaruh signifikan terhadap investasi.
"Investasi kita nilainya Rp57 triliun. Padahal targetnya Rp50 triliun. Menunjukan bahwa covid tidak memengaruhi investasi," terang Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kepada wartawan saat kunjungan kerja ke Pendopo
Cianjur, Jumat (24/7).
Sebelumnya, Pemprov Jabar sempat ketar-ketir dengan terjadinya pandemi covid-19 karena diprediksi akan berdampak terhadap iklim investasi. Karena itu, tingkat perekonomian di Jawa Barat dikategorikan masih cukup baik.
"Dulu kita menyangka covid akan memengaruhi investasi. Ternyata tidak. Hasil kajian terakhir, ekonomi di Jawa Barat masih kategori baik," tutur Emil.
Saat ini posisi Jawa Barat berada pada Kuadran I berdasarkan hasil kajian pemerintah pusat. Artinya, dari sisi ekonomi dan kesehatan cenderung cukup baik.
"Kita juga terus lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Termasuk ke semua daerah di Jawa Barat," jelasnya.
Satu di antara monitoring dan evaluasi pengendalian covid-19 seperti yang dilakukan di Kabupaten Cianjur. Emil mengapresiasi kinerja Pemkab Cianjur beserta elemen berkompeten lainnya yang sekarang level kewaspadaan
penyebaran covid-19 berada pada zona risiko rendah.
"Ini (kunjungan) merupakan pertama kalinya saya kembali lagi ke Cianjur setelah empat bulan terjadj pandemi covid-19. Kita lakukan monitoring dan evaluasi," imbuhnya.
Tapi Emil mengingatkan Pemkab Cianjur agar menaikan rasio tes PCR yang semula 3 ribuan menjadi 10 ribu. Utamanya tes PCR kepada warga luar daerah yang datang dari zona rawan.
"Kemudian kepada profesi-profesi yang juga rawan. Sejauh ini penyebaran covid-19 di Jawa Barat masih terkendali," tandas Emil. (OL-13)
Baca Juga: Pemerintah Butuh Rp900,4 T untuk APBN Semester II 2020
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan tidak ada kenaikan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) untuk tahun 2026
SEBANYAK 60 Posko Piket Lebaran 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Posko itu bisa dijadikan tempat beristirahat, minum atau menggunakan toilet selama mudik lebaran 2026.
Tim yang telah dibentuk sejak 11 November 2025 ini dijadwalkan bertugas hingga 13 Januari 2026
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Langkah strategis ini bertujuan meminimalkan konflik agraria serta mencegah eskalasi bencana lingkungan di wilayah Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa inventarisasi dan penetapan batas sempadan oleh Kementerian PU akan menjadi "senjata" bagi pemerintah daerah untuk melakukan penegakan hukum secara tegas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved