Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Keuangan saat ini tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan APBN di sisa waktu tahun 2020 atau di semester II 2020.
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman, mengatakan bahwa pemerintah saat ini telah menggelontorkan dana sekitar Rp630 triliun di semester I 2020.
"Jadi sisanya kita harus mengumpulkan kurang lebih Rp900,4 triliun untuk memenuhi tahun 2020 ini," ungkapnya dalam video conference, Jumat (24/7).
Lebih lanjut, pemenuhan tersebut dikatakan akan didapatkan melalui berbagai cara. Salah satunya ialah melalui private placement lelang SBN dari Bank Indonesia (BI) sebesar Rp397,56 triliun.
Selain itu, Luky menegaskan bahwa pemerintah masih akan menerbitkan SBN ritel dengan target kurang lebih mencapai Rp35-40 triliun per dua minggu.
"Jadi bisa saja saat lelang SBN, kita cuma ambil Rp32 triliun. Nanti ada satu lagi, kita ambil Rp45 triliun bisa saja. Ini yang disebut oportunistik, kita fleksibel. Tapi kalau kita lihat selama satu semester, ratenya ada di Rp35-40 triliun," sambung Luky.
Luky juga menyebutkan bahwa pemerintah juga akan menerbitkan samurai bond, yang dikatakan sudah dieksekusi dengan nilai sebesar Rp13,5 triliun atau 100 miliar yen.
Terakhir, pemerintah juga akan mengandalkan pinjaman dari luar negeri. Dia mengatakan bahwa pipe line untuk satu tahun, pemerintah akan mendapatkan kucuran dana sebesar US$7,3 miliar.
"Di semester I 2020, kita sudah meraih US$1,8 miliar, semester II indikatifnya, ini kita masih terus negosiasi dengan lender, dengan mitra kita. Itu indikatifnya sebesar US$5,5 miliar. Pinjaman proyek ini karena kondisi covid-19 dan ini proyeknya agak kecil dan kita tunda. Tapi di semester II kita akan meraih sebesar Rp24 triliun," pungkasnya. (E-3)
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
EKONOM PT Bank Danamon Indonesia Tbk Hosianna Evalita Situmorang memberikan catatan terkait kinerja anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) per Februari 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) masih di bawah asumsi yang ditetapkan APBN 2026.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran negara untuk memenuhi kebutuhan BBM subsidi masih mencukupi.
Ia menyebutkan, hal itu pasti akan mengakibatkan kenaikan harga barang dan jasa serta nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
Jika harga minyak menembus angka 120 dolar AS per barel, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan bisa melebar hingga 3,6%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved