Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPERTI tak terpengaruh tekanan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Balai Besar Karantina Pertanian Belawan mencatat permintaan ekspor durian beku dari Sumatra Utara tetap mengalami peningkatan.
Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan, Hasrul mengungkapkan sepanjang semester pertama 2020 volume ekspor durian Sumut mencapai 412 ton atau 18,21 persen lebih banyak dari periode yang sama tahun lalu yang hanya 392 ton.
"Volume ekspor durian beku Sumut semester pertama tahun ini bahkan sudah sekitar 79 persen dari total ekspor sepanjang 2019 yang sebanyak 521,6 ton" ujarnya, kemarin.
Sepanjang enam bulan terakhir terdapat dua negara importir durian beku Sumut, yakni China dan Malaysia. China lebih banyak mengimpor dengan 19 kali pengiriman, sementara Malaysia mencatatkan 12 kali pengiriman.
Dengan demikian, total ekspor durian beku dari Sumut sepanjang semester pertama 2020 sebanyak 31 kali dan memiliki nilai Rp18 miliar. Sementara pada semester pertama 2019 hanya sebanyak 28 kali dengan nilai Rp15 miliar.
"Namun kedua periode tersebut masing-masing memiliki negara penerima yang sama, yaitu China dan Malaysia," imbuh Hasrul.
Dengan adanya tren peningkatan tersebut dia optimistis kinerja ekspor durian beku Sumut pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya akan kembali mencapai angka volume seperti pada 2017 dan 2018.
Yang mana pada pada 2017 dan 2018, durian beku Sumut diimpor oleh lebih dari dua negara. Sepanjang 2017, durian beku Sumut dikirim ke Malaysia, Vietnam dan China dengan frekuensi pengiriman 44 kali sebanyak total 557.860 ton.
Kemudian pada 2018, durian beku Sumut dikirim ke China, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Frekuensi pengiriman mengalami lonjakan lebih dari dua kali lipat, atau hingga menjadi 101 kali dengan volume mencapai 1.189.359 ton.
Pengiriman durian beku pada 2018 masih menjadi yang tertinggi sejak menjadi komoditas ekspor Sumut mulai 2016. Adapun daerah-daerah penghasil durian di Sumut antara lain Kabupaten Dairi, Tapanuli tengah, Tapanuli Utara dan Kabupaten Langkat.
Baca Juga: Razia Kesehatan Hewan Kurban Digiatkan di Kota Padang
Lebih lanjut Hasrul menuturkan, durian sumut yang diekspor adalah dalam bentuk beku (pasta). Dikemas dalam plastik yang kedap udara dan disimpan dengan suhu minus 15 hingga minus 20 derajat celcius agar kuaalitasnya tetap baik dan aman dikonsumsi.
Komoditas asal sub sektor hortikultura yang telah diolah sehingga memiliki nilai tambah itu telah melalui serangkaian tindakan karantina pertanian. Hal itu untuk memastikannya sehat, aman dan sesuai dengan persyaratan teknis negara tujuan.
Ditandai dengan diterbitkannya sertifikasi dokumen karantina berupa phytosanitary certificate. Dokumen tersebut merupakan jaminan kesehatan bahwa durian yang di ekspor dalam kondisi sehat, bebas dari hama penyakit serta aman untuk dikonsumsi. (OL-13)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
MENTERI Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan pertanian adalah salah satu sektor yang berkontribusi penting terhadap ekonomi Indonesia.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor sektor pertanian Indonesia terus menunjukkan tren positif.
BPS mencatat sektor perdagangan pertanian kedua negara mengalami pertumbuhan positif pada tahun ini, dengan pertumbuhan volume ekspor 8% hingga 11% dibandingkan tahun 2022.
Selain mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas, petani milenial juga mengikuti uji kompetensi dari BNSP dengan skema perdagangan ekspor
PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi melantai di pasar modal Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 500.000.000 saham baru.
Luar biasa total produksi kelor ini, per bulannya bisa mencapai sekitar 25 - 100 ton dengan diversifikasi produk yang cukup beragam mulai dari bubuk teh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved