Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

PHRI: Pandemi Covid-19, Banyak Hotel Dijual

Suryani Wandari Putri Pertiwi
19/7/2020 13:58
PHRI: Pandemi Covid-19, Banyak Hotel Dijual
Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani(MI/Rommy Pujianto)

SITUASI pandemi covid-19 ini banyak hotel yang merugi bahkan ada beberapa diantaranya berniat menjual.

"Banyak sih yang dijual. Ya kalau lagi situasi begini (ekonomi menurun) memang mending dijual kan," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani  saat dihubungi Minggu (19/7).

Sebelumnya diketahui enam hotel di Semarang memilih tutup dan dijual setelah terdampak keras oleh pandemi covid-19. Hariyadi menyebutkan sejak adanya covid-19 demend perhotelan memang benar-benar menurun, bahkan okupansi hotel mencapai 15%-20%.

Di Jakarta, Hariyadi belum mengetahui adanya transaksi jual beli, namun ia memastikan banyak perusahaan yang ingin menjualnya. "Ada banyak yang mau jual, tapi enggak ada transaksi. Siapa yang mau beli di kondisi seperti ini? " tandasnya.

"Kalau di jakarta sih saya belum denger kelebihan uang terus belanja hotel, meskipun mungkin harganya murah di kondisi covid ini. Pasti dia dipakai untuk bertahan," pungkasnya.

Hariyadi juga menguangkapkan, sektor perhotelan bisa bangkit  antara lain jika pemerintah menggunakan fasilitas perhotelan untuk berbagai kebutuhan.

Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melambat akibat Pandemi

"Perhotelan bisa bangkit apabila pemerintah melakukan belanja di perhotelan, misalnya menggunakan hotel untuk perjalanan dinas, seminar, workshop, training dan sebagainya," kata Hariyadi, Mimggu (19/7).

Ia mengatakan, selama ini pemerintah berkontribusi cukp besar terhadap sektor perhotelan yakni sekitar 25%-30%. Menurutnya jumalah ini cukup signifikan apalagi di daerah.

"Jika pemerintah melakukannya, itu akan menolong dan secara perlahan akan mengembalikan situasi hotel seperti semula," kata Haryadi.

Menurutnya, sampai saat ini tingkat hunian hotel turun drastis. Bahkan okupansi hotel mencapai 15%-20%. " Industri perhotelan benar-benar terpukul, demand nya benar-benar menghilang, kami di seluruh Indonesia sekarang ini okupensi rata2 sekitar 15% -20%," katanya.

Untuk memastikan hotel bisa digunakan kembali, PHRI juga memastikan hotel atau pun restoran tak akan menjadi tempat penyebaran virus korona karena selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Sejak 5 Maret kami telah melaksanakan protokol kesehatan, bahkan sampai sekarang sudah mengevaluasi hingga 3 kali yakni pada maret mei, dan juni yang mana disesuaikan dengan perkembangan covid-19," katanya.

Pihak hotel secara teratur melakukan pemberishan dan pemberian disinfektan pada kamar sebelum dan seduah digunakan meliputi, pintu, meja kursi, TV, remote TV dan AC, kran air, menyediakan hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Begitu pula pihak hotel memberikan aturan tak hanya di kamar, melankan di restoran, ruang pertemuan, kolam renang dan sebagainya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya