Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI pandemi covid-19 ini banyak hotel yang merugi bahkan ada beberapa diantaranya berniat menjual.
"Banyak sih yang dijual. Ya kalau lagi situasi begini (ekonomi menurun) memang mending dijual kan," kata Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani saat dihubungi Minggu (19/7).
Sebelumnya diketahui enam hotel di Semarang memilih tutup dan dijual setelah terdampak keras oleh pandemi covid-19. Hariyadi menyebutkan sejak adanya covid-19 demend perhotelan memang benar-benar menurun, bahkan okupansi hotel mencapai 15%-20%.
Di Jakarta, Hariyadi belum mengetahui adanya transaksi jual beli, namun ia memastikan banyak perusahaan yang ingin menjualnya. "Ada banyak yang mau jual, tapi enggak ada transaksi. Siapa yang mau beli di kondisi seperti ini? " tandasnya.
"Kalau di jakarta sih saya belum denger kelebihan uang terus belanja hotel, meskipun mungkin harganya murah di kondisi covid ini. Pasti dia dipakai untuk bertahan," pungkasnya.
Hariyadi juga menguangkapkan, sektor perhotelan bisa bangkit antara lain jika pemerintah menggunakan fasilitas perhotelan untuk berbagai kebutuhan.
Baca juga : Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melambat akibat Pandemi
"Perhotelan bisa bangkit apabila pemerintah melakukan belanja di perhotelan, misalnya menggunakan hotel untuk perjalanan dinas, seminar, workshop, training dan sebagainya," kata Hariyadi, Mimggu (19/7).
Ia mengatakan, selama ini pemerintah berkontribusi cukp besar terhadap sektor perhotelan yakni sekitar 25%-30%. Menurutnya jumalah ini cukup signifikan apalagi di daerah.
"Jika pemerintah melakukannya, itu akan menolong dan secara perlahan akan mengembalikan situasi hotel seperti semula," kata Haryadi.
Menurutnya, sampai saat ini tingkat hunian hotel turun drastis. Bahkan okupansi hotel mencapai 15%-20%. " Industri perhotelan benar-benar terpukul, demand nya benar-benar menghilang, kami di seluruh Indonesia sekarang ini okupensi rata2 sekitar 15% -20%," katanya.
Untuk memastikan hotel bisa digunakan kembali, PHRI juga memastikan hotel atau pun restoran tak akan menjadi tempat penyebaran virus korona karena selalu menerapkan protokol kesehatan.
"Sejak 5 Maret kami telah melaksanakan protokol kesehatan, bahkan sampai sekarang sudah mengevaluasi hingga 3 kali yakni pada maret mei, dan juni yang mana disesuaikan dengan perkembangan covid-19," katanya.
Pihak hotel secara teratur melakukan pemberishan dan pemberian disinfektan pada kamar sebelum dan seduah digunakan meliputi, pintu, meja kursi, TV, remote TV dan AC, kran air, menyediakan hand sanitizer dan sabun cuci tangan. Begitu pula pihak hotel memberikan aturan tak hanya di kamar, melankan di restoran, ruang pertemuan, kolam renang dan sebagainya. (OL-2)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved