Rabu 08 Juli 2020, 13:55 WIB

Pusri Jamin Stok Pupuk Bersubsidi Aman saat Musim Tanam

Dwi Apriani | Ekonomi
Pusri Jamin Stok Pupuk Bersubsidi Aman saat Musim Tanam

MI/Dwi Apriani
Pekerja PT Pupuk Sriwidjaja sedang melakukan packing muatan pupuk bersubsidi bagi petani di dermaga Pusri Palembang, Rabu (7/8).

 

MENJELANG musim tanam pada Oktober mendatang, PT Pusri Palembang yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), memastikan terpenuhinya kebutuhan pupuk bersubsidi atau public service obligation (PSO) bagi petani hingga tiga bulan kedepan.

Berdasarkan ketetapan dari PT Pupuk Indonesia (Persero), wilayah yang menjadi tanggung jawab Pusri dalam penyaluran pupuk urea bersubsidi yaitu Provinsi Sumatra Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, Jawa Tengah (kecuali kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang dan kota Tegal), DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Direktur Utama PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro mengatakan untuk Juli 2020, Pusri telah menyiapkan stok yang mampu memenuhi kebutuhan petani hingga 3 bulan kedepan. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya kelangkaan pupuk pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam.

"Hingga bulan Juli, stok pupuk Urea Bersubsidi untuk seluruh wilayah tanggung jawab Pusri mencapai 220.689 ton atau 753 persen dari ketentuan stok sebesar 29.289 ton," kata Prawiro, Rabu (7/8).

Diterangkan Prawiro, jumlah itu sama dengan Alokasi SK Menteri Pertanian untuk bulan Juli yaitu sebesar 69.579 ton.

Sementara itu, untuk NPK Bersubsidi, daerah yang menjadi tanggung jawab Pusri yaitu Sumatera Selatan dan Jambi (hanya Kabupaten Muaro Jambi, Tanjab Timur, Tanjab Barat, dan kota Jambi) dengan jumlah stok yang tersedia yaitu
mencapai 10.568 ton atau 359 persen dari ketentuan stok sebesar 2.943 ton.

Dengan Alokasi SK Mentan pada bulan Juli yaitu 6.525 ton. Khusus untuk provinsi Kalimantan, Mulyono menjelaskan, bahwa kesiapan stok tersebut adalah tanggung jawab Pusri dalam mendukung program-program pemerintah
dalam pembangunan pusat pangan baru di provinsi Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan.

"Kami betul-betul memperhatikan terpenuhinya stok hingga ke tingkat daerah dan kios pengecer. Karena pemerintah sangat concern membangun lahan persawahan sebagai daerah sentra pangan nasional yang baru," ujar Mulyono.

Terkait rencana revitalisasi Pabrik Pusri III dan IV menjadi Pusri IIIB, Mulyono mengatakan bahwa hal tersebut, akan membantu penghematan biaya subsidi pemerintah dan petani Indonesia bisa mendapatkan harga pupuk yang
terjangkau. (OL-13)

Baca Juga: WFH, Pupuk Kujang Tetap Jamin Stok dan Distribusi Pupuk Subsidi

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Konsep Buy Now, Play Later Bakal jadi Primadona di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:55 WIB
Berdasarkan studi dari Coherent Market Insights, pasar Paylater global diperkirakan akan tumbuh dari US$5 juta pada 2019, menjadi US$...
Ist

Agar Tampilan Wajah Segar dan Bebas Kilap Minyak

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:20 WIB
Bedak tabur adalah bagian dari kosmetik populer karena setiap wanita menginginkan kulit berseri tanpa kilau minyak dalam tampilan...
AFP/Johan Ordonez

Pemilik British Airways Beli Air Europa dengan Setengah Harga

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 22:51 WIB
Pemerintah Spanyol telah memberikan Air Europa pinjaman sebesar 475 juta euro untuk membantu maskapai tersebut melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya