Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT investor gelisah karena lonjakan baru virus korona baru (covid-19) dan lockdown di beberapa negara, Dolar AS justru menguat terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,15% menjadi 96,889. Pada Senin (6/7), indeks telah jatuh ke serendah 96,565 dengan rata-rata pergerakan 50 harinya tergelincir di bawah rata-rata 200 hari, yang dipandang sebagai sinyal bearish.
"Tidak ada data untuk menggerakkan pasar, meskipun Wall Street membukukan kerugian karena investor memikirkan kembali. Setidaknya untuk saat ini, tentang prospek pertumbuhan ekonomi, karena hot spot covid-19 terus memperlambat pembukaan lockdown di seluruh dunia," kata Direktur pelaksana analisis mata uang global di Action Economics Ronald Simpson.
Dolar, dipandang sebagai tempat yang aman, menguntungkan ketika investor menalangi aset-aset berisiko.
Baca juga: Pedagang Fokus Lonjakan Covid-19, Dolar AS Turun Tipis
Mata uang berisiko seperti Aussie yang didorong komoditas, crown Norwegia dan crown Swedia, melemah pada Selasa (7/7).
Lockdown diterapkan kembali di kota terbesar kedua Australia pada Selasa (7/7), membatasi aktivitas penduduk Melbourne untuk tetap di rumah selama enam minggu, kecuali ada keperluan penting.
Di Amerika Serikat, wilayah Miami menjadi hotspot terbaru yang kembali melakukan karantina ketika kasus covid-19 melonjak hingga puluhan ribu secara nasional dan jumlah korban tewas di AS mencapai 130.000.
Pejabat kesehatan AS Anthony Fauci mengatakan wabah covid-19 saat ini di Amerika Serikat 'benar-benar tidak baik'.
Sementara itu, Sterling menguat 0,51% karena optimisme negosiator perdagangan Inggris dan Uni Eropa dapat menemukan titik temu pada jamuan makan malam yang direncanakan untuk hari berikutnya.(OL-5)
Rupiah hari ini, Kamis 2 April 2026, dibuka menguat ke level Rp16.982 per dolar AS. Simak analisis pergerakan mata uang Garuda di sini.
Rupiah menunjukkan performa impresif pada pembukaan perdagangan kuartal kedua tahun 2026.
Presiden AS Donald Trump cetak sejarah sebagai presiden pertama yang membubuhkan tanda tangan di uang dolar, mengakhiri tradisi 165 tahun tanda tangan Bendahara AS.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah hari ini (12/3/2026) melemah 0,34% ke level Rp16.906 per Dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs terbaru di sini.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa di Jakarta bergerak menguat 63 poin atau 0,37% menjadi Rp16.886 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026, dibuka melemah 58 poin atau 0,34% menjadi Rp16.930 per dolar AS dari penutupan sebelumnya yang tercatat Rp16.872 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved