Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) telah meyakinkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan industri jasa keuangan lainnya telah siap menjadi katalisator bagi percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, peran katalisator yang dimaksud diwujudkan dengan dengan kontribusi Bank Himbara dalam penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mencapai sekitar 60% dari total kredit UMKM.
Sementara itu sektor ekonomi UMKM berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB Indonesia serta lebih dari 90% pada penyerapan tenaga kerja di Indonesia.
“Peran bank himbara sebagai katalisator pemulihan ekonomi nasional dikaitkan dengan kontribusi bank himbara dalam penyaluran kredit UMKM yang mencapai sekitar 60% dari total kredit UMKM,” ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (5/7).
Baca juga: Pelonggaran PSBB, Stimulus Himbara Bantu Bisnis Pulih Kembali
Di tengah pandemi covid-19 ini, sambung Josua, sektor UMKM mengalami dampak cukup signifikan. Oleh sebab itu, pemerintah mengalokasikan anggaran penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional untuk mendukung keberlangsung usaha UMKM yang mencapai Rp123,46 triliun berupa subsidi suku bunga dan penempatan dana pemerintah untuk keperluan restrukturisasi UMKM.
“Sejalan dengan besarnya kontribusi Bank Himbara terhadap penyaluran kredit UMKM, oleh sebab itu Bank Himbara perlu mendukung stimulus kebijakan pemerintah tersebut, dengan mendorong pemberian subsidi bunga dan mengoptimalkan proses restrukturisasi kredit UMKM,” imbuhnya.
Menurutnya, jika proses restrukturisasi kredit UMKM dapat berjalan dengan baik sehingga kondisi arus kas debitur UMKM tidak terus memburuk. Dengan demikian sektor UMKM tetap dapat berkontribusi bagi perekonomian nasional. Dengan dukungan pada stimulus pemerintah tersebut, maka bank himbara berperan penting sebagai katalisator pemulihan ekonomi Indonesia. (A-2)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan dampak stimulus yang digelontorkan pemerintah akan terlihat pada triwulan IV 2025.
Diskon tarif tol kerap diberikan pemerintah pada momen-momen libur panjang dalam rangka hari besar keagamaan maupun libur sekolah.
Pemerintah menyiapkan berbagai stimulus untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
BADAN Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati langkah penebalan stimulus fiskal guna menjaga daya beli masyarakat.
Rumah123 gelar Harpropnas Fest 2025 di Kota Kasablanka. Stimulus pajak dorong transaksi properti, harga turun hingga 30%, buyers market menguat.
Insentif tersebut bisa menjadi katalis transformasi sistemik, mulai dari peningkatan daya beli masyarakat, pembangunan industri hijau, hingga fondasi ekonomi rendah karbon di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved