Senin 22 Juni 2020, 12:12 WIB

Belajar dari Kasus Geprek Bensu, HKI Merk Dagang Penting

Hilda Julaika | Ekonomi
Belajar dari Kasus Geprek Bensu, HKI Merk Dagang Penting

Facebook Geprek Bensu
Sengketa merek Geprek Bensu dengan I am Geprek Bensu

 

PUBLIK sebelumnya dibingungkan dengan adanya kasus dugaan plagiarisme merek dagang olahan makanan ayam geprek. Merek dagang tersebut dimiliki oleh salah satu selebritas kenamaan Indonesia, Ruben Onsu.

Tidak disangka, pascaviralnya ayam ‘Geprek Bensu’, ada pihak lain yang mengklaim bahwa merek dagang tersebut sudah didaftarkan sebagai merek dagang oleh pihaknya, jauh sebelum Bensu memiliki usaha sejenis. 

Singkat cerita, kedua pihak ini pun mulai berseteru dan menuding satu sama lain melakukan tindak plagiasi atau mencuri merek dagang “Bensu”.

Merespons kasus ini, Peneliti Bidang Ekonomi The Indonesian Institute Rifki Fadilah mengingatkaan maasyarakat akan pentingnya perlindungan dan eksistensi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau ntelectual Property Right (IPR).

Lebih rinci dijelaskan, persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini, selain rendahnya peringkat daya saing dan juga HKI. Indonesia juga dihadapkan dengan rendahnya kesadaran terhadap perlindungan HKI khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tumbuh pesatnya UMKM juga melahirkan banyaknya merek-merek dagang baru yang mengisi pasar. Namun sayangnya, pelaku UMKM masih jarang sekali yang sadar mengenai pentingnya mendaftarkan merek dagang dan mendorong kreativitas dalam memberikan merek pada produknya.

“Tidak mengerankan jika kita lihat pelaku UMKM memiliki nama merek dagang yang serupa atau bahkan hanya dimodifikasi sedikit. Padahal aspek legalitas merek dagang ini sangat penting,” ujar Rifki melalui keterangan resminya pada Media Indonesia, Senin (22/6).

Baca juga: Hakim Batalkan Merek Geprek Bensu, Ruben Onsu masih Tawarkan PSBB

Merek dagang atau yang kita kenal brand, sambungnya, saat ini menjadi sangat penting untuk menjadi sebuah kekuatan bagi pelaku usaha untuk berkompetisi di pasar. Selain itu, dengan legalnya kepemilikan atas merek dagang ini, pelaku UMKM dapat mengeksploitasi kekayaan intelektual yang mereka miliki, yaitu hak untuk membuat, menggunakan, mendistribusikan, menjual, dan mengimpor.

“Kita ketahui bahwa kekuatan merek mampu membuat sebuah produk dapat dikenal dan mudah diingat oleh konsumen,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, lanjut Rifki, perlindungan HKI oleh UMKM di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, karena perlindungan HKI bisa menjadi salah satu faktor yang membuat suatu usaha tetap eksis di dunia industri. (A-2)

Baca Juga

DOK BNI

BNI JJF 2022 Makin Pecah, BNI Pamerkan Metaverse hingga Siapkan Hadiah iPhone 13 Pro

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:18 WIB
Direktur Bisnis Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies menuturkan bahwa animo masyarakat terhadap gelaran acara ini sangat...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Mendag: Dorong Pemulihan Ekonomi yang Inklusif

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:14 WIB
Menurut Muhammad Lutfi, transformasi digital telah berkontribusi pada ketahanan nilai global dan rantai pasokan, mengurangi biaya dalam...
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Mendag: Kolaborasi Amerika Latin dan Asia Pasifik Kunci Pemulihan Bersama

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:06 WIB
Kolaborasi kedua kawasan tersebut diyakini dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya