Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEKAN kemarin rupiah ditutup melemah sebesar 0,16% terhadap dollar Amerika Serikat (AS).
Hari ini, Senin (22/6), mengutip data Bloomberg, Rupiah terlihat dibuka melemah sebesar 0,32% atau 45 poin. Pada pukul 09.20 WIB, pupiah harus takluk dari dolar AS di level Rp14.145.
Menanggapi pergerakan rupiah ini, Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah memprediksi kecenderungan pelemahan Rupiah akan terjadi hari ini. Menurutnya, Rupiah hari ini akan cenderung bergerak melemah di kisaran Rp14.100 hingga Rp14.150.
“Kecenderungan pelemahan Rupiah akan terlihat pada hari ini. Rupiah pada hari ini Saya perkirakan akan cenderung melemah dalam kisaran yang sempit di Rp14.100 - Rp14.150,” analisisnya, Senin (22/6).
Baca juga: Meski Dibuka Menguat, Pergerakan IHSG Masih Rentan
Menurutnya, rupiah selama sepekan ke depan akan bergerak mix dengan kecenderungan melemah. Faktor utamanya lantaran adanya kekhawatiran pasar (market) akan potensi gelombang kedua (second wave) dari wabah covid-19. Terutama di negara yang telah membuka perekonomiannya.
“Rupiah selama sepekan ke depan akan bergerak mix dengan kecenderungan melemah. Faktor penggerak utamanya adalah kekhawatiran pasar akan potensi second wave dari wabah covid yg saat ini mulai terlihat terjadi di beberapa negara pascadibukanya kembali perekonomian,” ujarnya kepada Media Indonesia.
Kekhawatiran akan gelombang kedua pandemi covid-19 ini mendorong investor untuk lebih waspada. Dengan menghindari aset yang termasuk beresiko, salh satunya aset dalam mata urang Rupiah. Dampaknya, akan ada tekanan Rupiah yang melemah.
“Kekhawatiran ini kemudian mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan menghindari aset berisiko termasuk aset dalam mata uang Rupiah,” pungkasnya. (A-2)
PEMERINTAH memastikan isu melemahnya nilai tukar rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS menjadi perhatian dalam koordinasi tim ekonomi seraya memastikan penguatan sektor riil
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved