Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Ribuan UMKM di Kalsel Terdampak Covid-19

Denny Susanto
20/6/2020 09:45
Ribuan UMKM di Kalsel Terdampak Covid-19
Pekerja memasukkan kerupuk yang terbuat dari ampok (nasi jagung) ke dalam kantong plastik di Desa Nanggungan, Kediri, Jawa Timur.(ANTARA)

SEKTOR UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi virus korona di Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mencatat setidaknya ada 163.713 UMKM dan 1.785 koperasi terkena dampak pandemi Covid-19.

"Hampir semua sektor ikut terdampak pandemi virus korona ini, termasuk sektor usaha kecil masyarakat (UMKM). Karena itu perlu kepedulian dan upaya kita semua untuk membangkitkan kembali sektor UMKM ini," tegas Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Sabtu (20/6). 

Baca juga: Usaha Mikro dan Ultramikro Diusulkan Dapat Bansos

Beberapa waktu lalu gubernur meninjau secara langsung aktivitas para pedagang Pasar Terapung yang mengalami kelesuhan karena pandemi virus korona.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Koperasi dan UMKM saat ini tengah mendata koperasi dan UMKM yang terdampak pandemi virus korona. Diperkirakan ada ribuan UMKM dan ratusan koperasi di Kalsel yang terpuruk akibat pengaruh pandemi virus korona.

Secara nasional berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM setidaknya ada 163.713 UMKM dan 1.785 koperasi terkena dampak Covid-19. Turunnya permintaan secara signifikan menjadi permasalahan utama dihadapi UMKM. Padahal sektor UMKM berkontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki dalam Virtual Talkshow bertema Strategi Korporasi dalam membantu dan mengembangkan UMKM di Indonesia di era New Normal kemarin menyebutkan bahwa UMKM menyumbang PDB (Product Domestic Bruto) mencapai 60,34 persen. 

"Kontribusi UMKM terhadap total tenaga kerja sebesar 97 persen dan membantu mengurangi angka pengangguran. Sedangkan kontribusi ekspor sekitar 14,17 persen," tuturnya.

Pemerintah optimistis UMKM Indonesia dapat recovery dengan cepat melalui lima paket kebijakan yang disinyalir membantu UMKM Indonesia untuk cepat pulih. Dirahapkannya, pada tahun 2021 kondisi perekonomian melalui sektor UMKM dapat kembali stabil. 

Maka dari itu pembangunan UMKM menjadi prioritas pembangunan dalam meningkatkan daya beli dengan menciptakan program yang berkaitan dengan produksi dan pelatihan khusus dalam meningkatkan kapasitas UMKM. (OL-6)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya