Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBIAYAAN bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah banyak tersedia. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp190 triliun dengan bunga 6% tahun ini. Belum lagi tersedia pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU) hingga Rp30 triliun.
Namun, pada kenyataannya belum seluruh UMKM dapat mengakses pembiayaan yang disediakan pemerintah. Untuk KUR saja, yang belum terserap memcapai Rp129 triliun.
Oleh karena itu, diperlukan alternatif saluran pembiayaan. Salah satu yang bisa dipertimbangkan ialah melalui perusahaan financial technology atau fintech.
“Sebelum covid-19, rapat kabinet pernah membahas alternatif pembiayaan untuk UMKM, terutama untuk usaha mikro dan kecil, yang tidak memiliki aset sebagai modal investasi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengutip dari siaran resmi dalam sebuah diskusi, kemarin.
Teten mengakui banyak perusahaan fintech yang sudah membantu usaha mikro dan kecil yang unbankable. Pemerintah, melalui OJK, juga sudah banyak memberikan izin bagi perusahaan fintech. Bila itu disinergikan, manfaatnya bagi UMKM akan terasa hingga bisa naik kelas.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bobby Gafur menyatakan banyak UMKM yang belum mampu mengakses dana perbankan karena sulitnya memenuhi persyaratan, ter utama terkait dengan agunan.
“Dengan adanya perusahaan fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan,” kata Bobby.
Dengan analisis digital di marketplace, fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan.
Bahkan, Bobby menyarakan, bank pelaksana KUR dapat bekerja sama dengan perusahaan fintech mengatasi kesulitan UMKM untuk mengakses KUR.
Permasalah akses kredit terhadap UMKM ini mendesak untuk diselesaikan. Pasalnya, krisis akibat covid-19 berbeda dengan krisis di medio 1998.
Kala itu, UMKM berhasil menjadi fondasi perekonomian. Namun, kini justru UMKM menjadi sektor yang paling terdampak, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. (Mir/E-1)
Tim di balik Elev8 menjelaskan bahwa peluncuran brand baru bukan sekadar perubahan nama, melainkan reposisi strategis yang telah diperhitungkan secara matang.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Dukungan serta layanan Amartha juga telah menciptakan lebih dari 110.000 lapangan kerja sepanjang 2024 oleh mitra UMKM Amartha.
Dengan limit hingga Rp50.000.000 yang dapat digunakan berulang kali, Julo memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk mengelola berbagai kebutuhan keuangan secara bersamaan.
OJK mencatat lebih dari 370 ribu laporan penipuan transaksi keuangan sepanjang Januari–November 2025, dengan potensi kerugian mencapai Rp8,2 triliun.
Program pembelajaran ini melibatkan puluhan pembicara profesional yang membagikan pengalaman mereka dalam berkontribusi di bidang teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved