Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

UMKM Butuh Alternatif Saluran Pembiayaan

M Ilham Ramadhan Avisena
14/6/2020 06:15
UMKM Butuh Alternatif Saluran Pembiayaan
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Teten Masduki.(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

PEMBIAYAAN bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah banyak tersedia. Bahkan, pemerintah telah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) mencapai Rp190 triliun dengan bunga 6% tahun ini. Belum lagi tersedia pinjaman dari Badan Layanan Umum (BLU) hingga Rp30 triliun.

Namun, pada kenyataannya belum seluruh UMKM dapat mengakses pembiayaan yang disediakan pemerintah. Untuk KUR saja, yang belum terserap memcapai Rp129 triliun.

Oleh karena itu, diperlukan alternatif saluran pembiayaan. Salah satu yang bisa dipertimbangkan ialah melalui perusahaan financial technology atau fintech.

“Sebelum covid-19, rapat kabinet pernah membahas alternatif pembiayaan untuk UMKM, terutama untuk usaha mikro dan kecil, yang tidak memiliki aset sebagai modal investasi,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengutip dari siaran resmi dalam sebuah diskusi, kemarin.

Teten mengakui banyak perusahaan fintech yang sudah membantu usaha mikro dan kecil yang unbankable. Pemerintah, melalui OJK, juga sudah banyak memberikan izin bagi perusahaan fintech. Bila itu disinergikan, manfaatnya bagi UMKM akan terasa hingga bisa naik kelas.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bobby Gafur menyatakan banyak UMKM yang belum mampu mengakses dana perbankan karena sulitnya memenuhi persyaratan, ter utama terkait dengan agunan.

“Dengan adanya perusahaan fintech, seharusnya risk profile di perbankan akan terpotong. Di marketplace, kita bisa melihat kinerja UMKM dari trading history yang sudah dihasilkan,” kata Bobby.

Dengan analisis digital di marketplace, fintech merupakan pintu baru bagi UMKM untuk dapat mengakses permodalan.

Bahkan, Bobby menyarakan, bank pelaksana KUR dapat bekerja sama dengan perusahaan fintech mengatasi kesulitan UMKM untuk mengakses KUR.

Permasalah akses kredit terhadap UMKM ini mendesak untuk diselesaikan. Pasalnya, krisis akibat covid-19 berbeda dengan krisis di medio 1998.

Kala itu, UMKM berhasil menjadi fondasi perekonomian. Namun, kini justru UMKM menjadi sektor yang paling terdampak, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. (Mir/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya