Jumat 12 Juni 2020, 05:45 WIB

Kookmin Bank Tempatkan Dana di Bukopin

M ILHAM RAMADHAN | Ekonomi
Kookmin Bank Tempatkan Dana di Bukopin

ANTARA FOTO/Audy Alwi/
PERTUMBUHAN KARTU KREDIT BUKOPIN:

 

PROSES penambahan modal bagi Bank Bukopin Tbk mendapatkan titik terang. KB Kookmin Bank, pemegang saham terbesar kedua di Bank Bukopin, telah menyetorkan dana segar ke Bank Bukopin.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Kookmin Bank guna mendukung penguatan likuiditas dan permodalan Bukopin. Bank asal Korea Selatan itu sebelumnya telah menyampaikan minatnya untuk menjadi pemegang saham pengendali (PSP) tunggal di Bukopin dengan meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi di atas 51%.

Saat ini, bank yang masuk urutan 10 bank terbesar di Asia itu baru memiliki 22% saham di Bank Bukopin. Kookmin akan masuk menambah modal Bukopin melalui mekanisme rights issue yang akan digelar perseroan. Direktur Operasi dan TI Bank Bukopin Adhi Brahmantya menuturkan, suntikan dana dari Kookmin Bank pada Bukopin merupakan pertanda positif di tengah lesunya sentimen pasar terhadap ekspansi bisnis dan perekonomian.

"Tentu hal ini adalah bukti bahwa akuisisi Kookmin Bank (terhadap Bank Bukopin) adalah langkah nyata dari optimisme terhadap Bank Bukopin," terang Adhi. Dengan langkah Kookmin itu, Adhi berharap nasabah akan makin yakin dengan Bukopin. Itu karena sinergi Kookmin Bank dengan Bukopin kian menguat dalam menopang pertumbuhan bisnis ke de pan.

Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin, Jong Hwan Han, yang merupakan direktur yang ditunjuk Kookmin Bank, menambahkan dalam waktu dekat Kookmin Bank akan merealisasikan keinginannya menjadi pemegang saham pengendali baru Bukopin dengan memenuhi proses dan ketentuan yang berlaku, baik di Indonesia maupun di Korea Selatan.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejauh ini menyambut baik rencana Kookmin Bank itu. "Hal tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kinerja industri perbankan dan prospek perekonomian nasional," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo.

Dukungan likuiditas

Terkait dengan upaya stabilisasi sektor keuangan dan pengelolaan likuiditas perbankan, OJK bersama Menteri Keuangan telah menandatangani Keputusan Bersama Nomor 265/KMK.010/2020 tentang Koordinasi Pelaksanaan Penempatan Dana dan Pemberian Subsidi Bunga dalam Rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Rencana pemberian bantuan likuiditas bagi bank yang membutuhkan dapat bisa segera terlaksana. Pada tahap awal, Kementerian Keuangan akan meminta kepada OJK daftar bank yang bisa menjadi bank peserta guna menyalurkan likuiditas yang ditempatkan pemerintah di bank tersebut.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari mengatakan tata cara kebijakan ini telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 64 Tahun 2020. Puspa menjelaskan dana ini akan menjadi dukungan likuiditas untuk restrukturisasi kredit maupun pembiayaan atau memberikan tambahan kredit maupun pembiayaan modal kerja kepada usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), dan koperasi.

Adapun kemarin saham-saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengalami tekanan jual akibat sentimen memburuknya ekonomi global dan menunggu kejelasan bank jangkar. (Ant/E-1)

Baca Juga

dok.ant

Harga Minyak Naik di tengah Kekhawatiran Suku Bunga Mereda

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 08:24 WIB
HARGA minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut pada akhir perdagangan pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor merasa lebih nyaman...
MI/Amir Mr

Sawit jadi Masa Depan Perekonomian Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 07:44 WIB
Regulasi pemerintah diharapkan tidak tumpeng tindih sehingga Indonesia tetap menjadi negara pengekspor CPO (crude palm oil) terbesar di...
Dok.Ist

Kontraktor Tambang Nikel PT. Hillcon Tbk Siap IPO Rp553 Miliar

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 07:29 WIB
IPO Hillcon kelebihan permintaan dari investor institusi 1.3x selama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya